Kadis Sosial Lampung Gelar Ramah Tamah dengan Pengurus Karang Taruna

LAMPUNG (PB)-Sebagai organisasi sosial Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang kesejahteraaan sosial.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju pada ramah tamah dengan Ketua dan pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung semalam (27/01/2016) di rumah makan Begadang Resto Bandar Lampung.

Selanjutnya mantan Kadis Kominfo Prov.Lampung ini mengatakan bahwa tugas Karang Taruna yakni bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

“Karang Taruna di Provinsi Lampung harus berani dan mampu menghadapi tantangan dimasa depan yang dirasakan semakin berat. Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo membagi skaka prioritas pembangunan menjadi tiga zona berdasarkan geografis. Zona sebelah barat sebagai daerah industri yang terkoneksi dengan jalan tol,”tegasnya.

Sumarju mengatakan, dalam setiap kesempatan Gubernur selalu mengingatkan agar kita tidak hanya sebagai penonton namun justru terlibat langsung dan menikmati hasilnya; oleh karena itu Karang Taruna harus mampu mempersiapkan kualitas sumberdaya generasi muda Lampung sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari Provinsi lainnya juga tenaga kerja dari kawasan Asean dan Internasional lainnya.

“Sedangkan bagian tengah sebagai daerah pertanian, dimana pada tahun 2016 Lampung surplus beras dan sebagai penyangga pangan provinsi di pulau Sumatera lainnya. Namun dibidang buah dan sayuran serta ketersediaan daging masih perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian Karang Taruna berusaha memberdayakan anggotanya yang tinggal didaerah pertanian untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan produksi dibidang pertanian,”ujar Sumarju.

Sumarju menambahkan, Bagian barat sebagai zona pariwisata; dimana kita ketahui sepanjang pantai dan pulau-pulau di Lampung merupakan kawasan pariwisata namun sayangnya belum menjadi industri pariwisata. Karang Taruna seyogyanya mempersiapkan anggotanya khususnya yang berada di daerah pantai untuk mampu menjadi gaet para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Disamping itu aneka ragam kerajinan dan karya seni anggota Karang Taruna dapat dijajakan sebagai souvenir para wisatawan. Oleh karena itu perlu penguatan kualitas hasil karya dengan mengikutsertakan anggota belajar keluar wilayah Lampung.

“Gerakan secara masif dalam upaya pencegahan kenakalan remaja juga sangat diperlukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup sehat baik secara fisik dan mental generasi muda sehingga mampu meneruskan pembangunan dari para seniornya,”Kata Sumarju.

Terpisah, Ketua Karang Taruna yang di kukuhkan oleh Gubernur Lampung beberapa bulan yang lalu Dendi Romadona mengatakan bahwa berbagai masukan dari Kadis Sosial tadi sebagai bahan masukan dalam penyusunan program kerja yang akan dibahas dalam Raker Karang Taruna Provinsi Lampung tanggal 3-5 Januari 2017 di Hotel Marcopolo Bandar Lampung.

“Dendi yang juga Bupati Pesawaran ini mengharapkan kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung untuk lebih peka terhadap masalah sosial khususnya remaja Lampung sekaligus berfikir kreatif dan inovatif serta koordinatif dalam upaya penyelesaian masalahnya,”ujarnya.

Diinformasikan juga bahwa pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung akan menyusun data tentang organisasi dan juga permasalah sosial yang ada; oleh karena itu akan dijadwalkan audiensi dengan Bupati dan Wali Kota se Provinsi Lampung dengan harapan kepala daerah dapat mendukung Karang Taruna di Kabupaten/Kota sampai di Desa/Kelurahan.

Disamping itu juga melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi lulusan SLTA berprestasi namun dari keluarga miskin atau sebagai anak asuh Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) atau lebih dikenal dengan “Panti Asuhan”,kata Dendi (Ppid-Dinsos)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *