Warga Mesuji Keluhkan Pelebaran Jalan Yang Dilakukan Pemkab

MESUJI-Pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten mesuji di hampir seluruh desa, hingga saat ini masih menjadi keluhan warga. Terkait diantaranya sertifikat yang cacat dari segi ukuran, belum maksimalnya infrastruktur jalan, serta adanya beberapa kerugian secara materi yang tidak mendapatkan ganti rugi.

sbagaimana diungkapkan sutini salah satu warga desa berasan makmur kecamatan tanjung raya, yang menilai bahwa pelabaran jalan didesanya dirasa kurang memuaskan. Oleh sebab itu sutini berharap agar pemerintah daerah memberi perhatian terutama warga masyarakat yang tanahnya terambil dalam proyek pelebaran jlan tersebut

“Sebenarnya walaupun gak lebar yg penting jalanya bagus lah mas gk diaspal juga gk papa inikan di desa, sampean lihat sendiri kalau musim hujan tanahnya lengket semua, padahal jalan depan rumah saya ini dulu baru selesai dibatu kok terus kanan kirinya dikeruk lha tanah kerukan itu ditaruk dijalan ya batunya habis jadi klo hujan beceknya minta ampun mas, kan kasian klo pagi2 anak mau sekolah juga jalanya begini” ujar sutini

Ditempat terpisah, sholeh warga simpang pematang juga mengatakan bahwa untuk pelabaran jalan sememangnya masyarakat dirugikan tetapi jika memang untuk kepentingan bersama dia hanya bisa pasrah karena pada akhirnya nanti jika jalan tersebut dirasa nyaman juga untuk bersama.

“Ya kalau rugi itu pasti mas tanah saya ini kepotong 2,5m x 24m di depan, selain bangunan rumah saya yang terpaksa saya potong otomatis serifikat saya juga cacat karena sekarang kalau diukur pasti kurang” tutur sholeh

hal senada juga di utarakan oleh hendrik, juga warga simpang pematang, terlepas dari pada itu beliau juga berharab agar pemerintah berkomitmen sesuai apa yang dijanjikan dulu sebelum pelebaran dimulai, konon menurut hendrik adanya pelebaran jalan karena nantinya ruas jalan simpang pematang akan dibuat dua jalur tetapi perhari ini belum terealisasi

“ya kami bukan tidak puas mas karena sekarang jalan udah halus, tetapi dulu kan pemerintah katanya akan membuat jalan ini dua jalur dan ada lampu jalan di tengah tengah serta taman taman kecil, makanya pada saat itu masyarakat berpersepsi yang penting jalan tidak berdebu saat kemarau dan tidak becek pada saat musim hujan” ungkap hendrik

Disinggung mengenai kerugain yang ditimbulkan akibat pelebaran tersebut beliau berkata memang tidak ada ganti rugi tetapi mau tidak mau beliau juga harus mendukung program pemerintah tersebut namun beliau juga berharab agar pemerintah sesegera mungkin mempertimbangkan atas cacatnya ukuran sertifikat tanah milik warga yang terkena dampak dari pelebaran jalan

“sampean tau sendirilah 2 los bangunan saya hilang klo kita becara kerugian itu belum berapa meter tanah yang kepotong untuk jalan, untuk ganti rugi memang tidak ada mas tapi setidaknya pemerintah mengusahakanlah tentang ukuran tanah dengan sertifikatnya” sambung hendrik

Menurut pantauan media pelebaran jalan seluruh kabupaten mesuji diduga menimbulkan beberapa hal yang bersifat negatif seperti erosi pada bekas galian tersebut yang disenyalir mengakibatkan robohnya beberapa tiang listrik , jalan menjadi licin pada musim hujan serta berdebu pada saat kemarau. diharapkan pemerintah segera memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan ini agar nantinya tidak menimbulkan berbagai persepsi miring dikalangan masyarakat. (Djaharudin).

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *