Gubenur Ridho, Terus Lakukan Terobosan Baru Angkutan Darat, Udara dan Laut

PENA BERLIAN.COM-Pengembangan bandara Radin Inten II sebagai bandara internasioanal pada tahun 2017 yakni melalui pengembangan area seluas 125 hektar dan memperpanjang runway menhadi 2.500 x 45 m.

Sedangann untuk pengembangan Bandara Pekon Serai direncanakan sebagai bandara komersial dgn penerbangan langsung dari jakarata dan kota besar lainnya sebagai pendukung pengembangan kawasan wisata Pantai Barat Lampung.

Disamping itu juga pengembangan bandara Pekon Serai di Kabupaten Pesisir Barat sebagai Bandara Komersial dengan rute penerbangan Jakarta dan kota besar lainnya guna mendukung pengembangan Kawasan Wisata Pantai Barat Lampung. Pengembangan perkereta apian degan jalur Pringsewu-Rejisari- Metro,Tegineneng-Terbanggi-Menggala dan Rejosari-Tarahan – Bakauheni.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga Lampung lebih maju dan masyarakatnya sejahtera sejajar dengan Provinsi lainnya berbagai upaya dilakukan oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo.

Menyadari kemampuan pendapatan daerah yang sangat terbatas, M.Ridho Ficardo tidak henti-hentinya melakukan berbagai terobosan baru dengan menjalin koordinasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat.

Salah satunya dibidang perhubungan baik darat, laut maupun udara.Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Minto Raharjo kepada Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada Jumat 23 Desember 2016 di ruang kerjanya.

Menurut Minto, Setelah Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Internasional yang rencananya akan diresmikan pada bulan Maret 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo dan Jalan Tol Bakau Heni-Simpang Pematang yang direncakan srlesai tahun 2018. Tol laut Panjang – Tanjung Perak dan Panjang – Tanjung Priuk. M.Ridho membangun terobosan baru.

Terobosan baru M.Ridho Ficardo yakni Jaringan Angkutan Laut Petintis Mesuji – Panjang – Linau – Enggano – Bengkulu.

Panjang – Mesuji -Sadai/Toboali – Sunda Kelapa. Dengan menggunakan KM.SABUK NUSANTARA 52/750 DWT.

Program tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor: AL.108/6/11/DJLP-16 Tentang Jaringan Trayek Angkutan Laut Perintis Tahun Anggaran 2017. Tanggal 8 Desember 2016.

Dengan berfungsinya dermaga Mesuji diharapkan mempermudah angkuran produksi pertanian/perkebunan dan industri di wilayah Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan. Disamping itu Gubernur Lampung mengupayakan pemanfaatan dermaga laut mesuji agar wilayah Mesuji dan srkitarnya dapat terkoneksi dengan daerah lainnya. Dengan demikian dapat mempersingkat waktu angkut barang, biaya lebih murah.

Pengoperasional kapal pada trayek dilakukan oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional dengan ukuran dan tipe dengan memperhatikan kondisi wilayah pelayaran, angkutan barang dan penumpang pada masing masing trayek. Demikian Minto Raharjo mengakhiri pembicaraannya. (Farid/Nizar)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *