Pringsewu(PBO)-Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada 2017 menggelar pasar murah di tiga kecamatan. Menyediakan enam jenis bahan pokok dengan harga 50 persen lebih murah dari harga pasar.
Kegiatan pasar murah diawali di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo ditandai pemotongan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Hj. Nurrohmah Sujadi.
Menurut Hj. Nurrohmah, Pemkab Pringsewu berupaya menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat lewat penyelenggaran pasar murah bersubsidi.
Dia mengharapkan pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. “Pemkab Pringsewu menyubsidi hampir 50 persen potongan harga yang dijual pada pasar murah ini,” jelas Nurrohmah
Menurut Hj. Nurrohmah, pasar murah bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat di bulan Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri, saat harga kebutuhan pokok naik akibat permintaan kebutuhan pokok pasti cukup tinggi, ujarnya.
Sementara itu Kepala Bina pengembangan Ekonomi Sekkab Pringsewu Firdaus Taruna Jaya mengatakan pasar murah ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun, sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam di bulan Suci Ramadhan dan menyambut hari lebaran 2017.
Dia memaparkan, pada pasar murah itu pihak pemkab Pringsewu menyediakan enam kebutuhan pokok yang dipasarkan yakni beras 24 ton, 2400 susu kaleng, 2,4 ton telur, 2400 liter minyak goreng, 2,4 ton terigu dan 2,4 ton gula pasir. “Itu dibagi pada tiga kecamatan yakni di Pekon Wonodadi, Gadingrejo, Kelurahan Pringsewu Timur dan Wayngison Kecamatan Pagelaran,” terangnya.
Firdaus menjelaskan, untuk teknis pembelian untuk warga yang kurang mampu itu terlebih dulu mendapatkan kupon, kemudian dapat membeli berupa paketan yang berisikan beras 10 Kg, susu kaleng, telor 1Kg, minyak goreng 1 liter, terigu 1 kg, gula pasir 1 kg.”Paketan itu hanya seharga Rp96 ribu padahal harga dipasar mencapai Rp.179 ribu. Maka Pemkab Pringsewu mensubsidi sebesar Rp.83 ribu merupakan dana APBD 2017,”ungkapnya.
Sementara itu Bupati Pringsewu H.Sujadi terlihat turut sibuk mengatur antrean warga yang berdesakan dengan mengutamakan kepada warga terutama kaum ibu yang menggendong balitanya juga kepada manula. Kesempatan itu Bupati Sujadi mengatakan kegiatan ini sangat tepat sebagi wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di bulan Ramadhan dan menyambut hari Raya Idul Fitri.
Sujadi berharap adanya pasar murah itu dapat lebih meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara aparatur, dunia usaha dan masyarakat terutama yang tidak mampu. “Semoga pasar murah yang digelar oleh Pemkab Pringsewu ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.(**)

