BANDAR LAMPUNG (PENA BERLIAN ONLINE) — Pemerintah Provinsi Lampung segera menerapkan aplikasi perencanaan elektronik (e-planning) dan penganggaran elektronik (e-budgeting) yang sudah diterapkan Sumatera Utara (Sumut).
Langkah itu untuk mengintegrasikan dua sistem pemerintahan itu agar lebih efektif, efisien, dan transparan. Penerapan aplikasi tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antar kedua provinsi itu. Pjs Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis mengatakan, kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pemerintahan, pembangunan, dan perekonomian daerah pada penciptaan kesejahteraan masyarakat kedua daerah.
“Tuntutan penyelenggaraan pemerintahan transparan, akuntabel, dan responsif merupakan kebutuhan seluruh pemerintahan. Kerjasama itu salah satu inovasi guna memberikan perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Hamartoni, Jumat (11/5/2018). Menurutnya, Sumatera Utara layak dijadikan sebagai provinsi percontohan dalam penerapan aplikasi terintegrasi itu. Terlebih adanya komitmen supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan tindak pidana korupsi turut merekomendasikan agar Lampung dapat studi banding ke Sumut yang telah memiliki Sumut Smart Province.
“Dipilihnya Pemprov Sumut untuk bekerja sama dalam kedua bidang itu sesuai dengan rekomendasi dari KPK tentang Sumut yang merupakan tempat baik untuk studi banding,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten III Pemprov Bidang Administrasi Umum itu. (lpc)

