BANDAR LAMPUNG (Pena Berlian Online) – Komisi III DPRD Bandar Lampung, soroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, perihal sejumlah ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan. Hal ini, diungkapkan Sekretaris komisi III Ahmad Riza, dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas PU setempat dalam pembahasan APBD Perubahan 2018, Senin (24/9). Menurutnya, sejumlah ruas jalan masih belum tersentuh pembangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, Tanjung Seneng dan Sukarame.
“Di dapil saya itu masih banyak jalan lingkungan yang tanah, seperti di Jalan Wisma 1 dan II Sukarame, Jalan Beo arah terusan Jalan Pulau Singkap, (masih tanah merah) belum lagi di arah Sukabumi, jalan-jalan lingkungan yang tanah merah,” ujarnya. Belum lagi, lanjut politisi Partai Gerindra itu, pihaknya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat, yang melihat jika mutu dari pengaspalan jalan sangat buruk.
“Laporan warga masih banyak jalan lingkungan yang dikerjakan para rekanan dengan mutu yang tidak baik dan ada jalan lingkungan yang sudah di aspal kembali di perbaiki lagi, sementara ada jalan yang masih tanah merah, di lingkungan,” ungkapnya. Diharapkannya, Dinas PU Kota Bandar Lampung, dapat lebih teliti untuk merealisasikan pekerjaan. “Jangan asal terima pekerjaanya karena banyak proyek jalan yang kualutasnya buruk, terkesan asal jadi sehingga jalan cepat rusak, pengerjaan jalan lingkungan terkesan asal-asalan,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Kadis PU Kota Bandar Lampung, Iwan Setiawan, menjelaskan, untuk jalan lingkungan dari proses musrenbang lalu di saring, kemudian turun konsultan untuk mengecek lokasi. “Setelah ditinjau jalan tersebut oleh dinas PU, ada standar 40 persen jalan tersebut rusak baru perbaiki,” terangnya.
Dinas PU juga, mengutamakan pembangunan jalan lingkungan yang masih tanah merah.
“Kita utamakan jalan yang masih tanah, 2 tahun ke depan ditargetkan tidak ada lagi di kota jalan yang tanah hingga diperbesar,” tandasnya.(*)

