KETUM PWDPI: MENGADUKAN TUAN SAMA BELANDA, LARI DARI MACAN MASUK BUAYA, INI REALITA YANG HARUS DIHENTIKAN

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWDPI, M. Nurullah RS, menyampaikan peringatan keras terhadap praktik yang dinilai merugikan bangsa: mengadukan urusan rakyat kepada pihak asing, lalu melarikan diri dari satu ancaman justru jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar.

“Mengadukan tuan sama Belanda, lari dari mulut macan masuk mulut buaya. Itulah realita yang terjadi di negeri ini,” tegas M. Nurullah RS, mengutip ungkapan yang kini banyak bergema di tengah masyarakat.

Menurutnya, peribahasa itu bukan sekadar kiasan, melainkan cerminan nyata dari sikap sebagian pihak yang lebih mempercayai keputusan atau intervensi pihak luar dibanding menyelesaikan masalah di rumah sendiri. “Seakan-akan keadilan hanya bisa didapat jika datang dari luar. Padahal, jika kita tidak berani berdiri tegak di atas tanah sendiri, kita hanya akan berpindah dari satu perbudakan ke perbudakan lain yang wajahnya berbeda,” ujarnya.

Ketum PWDPI menegaskan, kemerdekaan yang diraih dengan darah dan air mata tidak boleh dipertaruhkan kembali. “Kita ini Negara Konoha — negeri yang merdeka, berdaulat, dan berhak menentukan nasib sendiri. Jangan sampai kebebasan yang sudah dijunjung justru kita serahkan kembali kepada mereka yang dulu pernah menjajah,” tambahnya.

PWDPI mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali mempercayai kemampuan sendiri. “Selesaikan urusan bangsa di meja rakyat, bukan di meja asing. Jika ada yang salah, perbaiki dari dalam. Jika ada yang lalai, tegakkan dari dalam. Itulah hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkas M. Nurullah RS.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *