Kasus Fee Proyek Rp14 Miliar, Farizal Badri Jadi Tersangka

LAMPUNG-Setelah sekian lama pemeriksaan secara maraton, akhirnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menetapkan Farizal Badri Zaini sebagai tersangka kasus fee proyek senilai Rp14 miliar di lingkungan Pemprov Lampung.

Penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Lampung ini setelah penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung melakukan gelar perkara, pada Senin (17/10).

“Setelah gelar perkara tadi, hasilnya, status Farizal ditingkatkan jadi tersangka. Farizal dikenakan pasal 372 dan 378 KUHAP tentang Penipuan dan Penggelapan,” ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol. Zarialdi, Senin (17/10).

Lebih jauh Zarialdi mengatakan, pihaknya segera melalukan pemanggilan terhadap tersangka Farizal dalam waktu dekat, tidak menutup kemungkinan tersangka ditahan. “Pemanggilan tersangka  minggu-minggu ini, soal ditahan tergantung penyidik dan perkembangan,” tegas Zarialdi yang didampingi Kasubdit II Ditreskrimum, AKBP Muchtar.

Dia mengatakan, penyidik baru bisa membuktikan aliran dana yang diterima tersangka Farizal sebesar  Rp1 miliar, meskipun pengakuan pelapor Djoko Prihartanto total dananya mencapai sekitar Rp14 miliar.

“Yang bisa dibuktikan sementara sekitar Rp1 miliar, karena itu yang ada bukti, dikirim ke rekening Farizal dan keluarganya. Kan ada yang katanya cash, yang ambil barang, jadi proses penyidikan  masih berjalan,  tidak tertutup kemungkinan ada  tersangka lain. Karena kita selesaikan satu persatu dahulu,” bebernya.

Ditambah lagi, kata Zarialdi, Djoko Prihartanto kini sudah menjadi terlapor  karena dilaporkan rekanan. Sehingga penyidikan kasus  tidak berhenti pada Farizal. Karena orang-orang  di dalam rekaman video pertemuan  akan diperiksa lebih lanjut, termasuk siapa “bos” yang tercantum dalam percakapan WhatsApp antara pelapor dan tersangka.

Terpisah, Yoesron Effendi Kuasa Hukum Djoko Prihartanto menyebut penetapan Farizal sebagai tersangka oleh penyidik sudah tepat,  profesional, serta berimbang. “Kami sangat menyambut baik penetapan tersangka artinya polisi  profesional, berimbang,  kita dukung penyidikan ini, agar segera dilimpahkan ke kejaksaan,” tegas Yoesron Effendi, Senin (17/10).

Yoesron meminta penyidik untuk menelusuri  siapa orang yang dimaksud bos oleh Farizal, karena tidak tertutup kemungkinan ada aktor yang berada di belakang Farizal. “Kita minta jangan Farizal saja yang dijadikan tersangka, penyidik harus menggali lebih dalam cari aktor di belakang Farizal, dan ini jadi PR (pekerjaan rumah,red) bagi polisi mengungkap siapa “bos” yang sering disebut Farizal kepada Djoko,” tandasnya.

Benny NA Puspanegara, ketua tim kuasa hukum tersangka Farizal Badri Zaini, mengaku belum mengetahui secara resmi penetapan kliennya sebagai tersangka oleh penyidik Polda Lampung.

“Belum dapat info resmi,  kita  juga mempertanyakan apa dasar klien kami ditetapkan sebagai tersangka, kalau tuduhannya penipuan, siapa yang ditipu, kalau penggelapan apa yang digelapkan. Kan tidak ada,  semua sudah kita bantah,” tegas Benny.

Benny menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan barang bukti berupa print out buku rekening tabungan ke penyidik.

“Dan tidak ada transferan, termasuk katanya  sms banking sudah dibantah. Apalagi  pelapor Djoko Prihartanto sudah dilaporkan rekanan,” imbuhnya.(*)

Sumber : Harian Lampung.com.

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *