Kasi PHU Kemenag Tuba, Zainal: Dana Haji Aman, Alokasi untuk Infrastruktur itu Hoaks!

TULANGBAWANG (PBO) – Dana haji sampai saat ini aman. Dana tersebut ada di Badan Pengelolaan Kegunaan Haji (BPKH) sejak Mei 2021 sudah mencapai 150 Triliun.

“Indonesia tidak ada hutang
akomodasi Arab Saudi dan tidak ada alokasi investasi di infrastruktur
yang menimbulkan risiko tinggi bagi dana haji. Dana Haji telah diaudit oleh BPK sampai dengan 2019 dinyatakan WTP, dan LK BPKH 2020 sedang dalam proses audit. Jadi, berita yang beredar di Medsos mengenai dana haji dipakai untuk infrastruktur itu hoaks!,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Tulangbawang, saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (10/06/2021).

Menteri Agama Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa terkait penundaan pemberangkatan calon jamaah haji 1442 Hijriah Tahun 2021 Masehi. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 yang isinya tentang pembatalan pemberangkatan haji.

“Kita masih masa Pandemi Covid-19, Dimana Indonesia itu persatu Juni mencapai angka 4.824 yang terserang Virus Korona. Bahkan di Arab Saudi pun 1600 lebih yang terjangkit Virus tersebut, ” kata Zainal.

Dia menuturkan, Arab Saudi sebenarnya belum memberikan pengumuman. Untuk kuota haji untuk Indonesia. Tapi, Indonesia sendiri yang memutuskan membatalkan pemberangkatan haji. Lantaran waktu, tenggang untuk pengurusan pemberkasan dokumen-dokumen haji tidak mencukupi.

“Batas waktu 16 Juni Tahun ini (2021-red) memang sudah penyelengaraan ibadah haji atau kloter pertama untuk Indonesia. Entah itu kloter dari Jakarta atau Banten,” terang dia.

Menteri Agama, kata dia, memutuskan pembatalan haji tahun ini memikirkan keselamatan para jamaah. Kalaupun itu tetap dilakukan otomatis banyak sekali jemaah akan terjangkit Covid-19. Untuk itu, pemerintah memberikan perlindungan, keselamatan kepada calon jamaah tersebut. Maka pemberangkatan 2021 dibatalkan di negara Indonesia.

“Lampung sendiri mendapatkan kuota 7.050 jamaah haji. Namun yang melakukan pelunasan tahun kemarin hanya 6900 sekian. Untuk kuota Indonesia setiap tahun mendapatkan kuota 221.000 jamaah reguler dikurangi 17.000 jamaah haji khusus,” ujar dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, Tulangbawang sendiri jama’ah haji yang sidah melunasi 2020 ada 200 orang. Seyogyanya karena 2020 tidak ada pemberangkatan maka diberangkatkan di Tahun 2021. Ternyata tahun ini tidak ada pemberangkatan juga. Makanya, untuk kedepannya tetap kuota tahun 2020 yang akan diberangkatkan di tahun 2022.

“Kita berkeyakinan tahun 2022 jama’ah akan berangkat haji. Kita juga sudah melakukan sosialisasi terkait batalnya pemberangkatan haji,” pungkasnya.(Mcr)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *