Ike-Zam akan Pidanakan KPU Kota Bandarlampung

BANDARLAMPUNG (PBO) – Tertundanya putusan hasil rapat pleno Bakal Calon Independen (Bacaden) Walikota Bandarlampung Ike-Zam tak lain adalah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat menunjukan kecurangannya.

Saat break 15 menit dan menunaikan ibadah sholat magrib atas persetujuan KPU dan Bawaslu, Belum dihadiri oleh Paslon KPU setempat sudah ingin Ketok Palu. Rapat pleno tersebut digelar di Hotel Radison Bandarlampung, Jum’at (21/08/2020).

Menanggapi berita yang tersebar di beberapa media online adanya keputusan dari pihak ketua KPU Dedy Triyadi yang menyatakan sidang pleno sudah selesai menurut PKPU nomor 5 tahun 2020 tentang jadwal, tahapan dan program pada 21 Agustus 2020.

“Belum ketok palu kenapa sudah di sah kan secara sepihak, sedangkan saat pleno kemarin ada perbedaan data antara data paslon 26000 Memenuhi Sarat (MS) sementara data KPU hanya 10000 MS dukungan saja,” kata Dang Ike dikediamannya Gedung Lamban Kuning, Bandarlampung, Sabtu (22/08/2020) malam.

Dang Ike mengatakan, yang menjadi pertanyaan kepada pihak KPU kenapa pada saat pleno dimulai dan berjalan data saya dengan data KPU berbeda sedangkan sebelumnya sama dapat data pun dari KPU, ada apa ini?

“Mengapa bisa berbeda saat sidang pleno kota, dan apa alasanya data yang saya punya banyak pendukung di silon dan benar-benar mendukung tapi di Tidak Memenuhi Sarat (TMS) oleh KPU seharusnyakan MS,” jelas Dang Ike.

Sementara, dari keterangan beberapa saksi mengatakan KTP nya di masukan di verfak kedua karna saya baru kasih pada saat menuju proses perbaikan tahap kedua, pihak KPU terdiam dan tidak menanggapi untuk kehadiran beberapa saksi yang di TMS yang akan di hadirkan oleh pasangan bakal calon dengan bukti yang valid.

Untuk diketahui, dalam rapat pleno tersebut banyak bukti-bukti valid yang ditunjukan paslon Ike-Zam yang tidak di tanggapi oleh pihak KPU.

KPU hanya terdiam dan tidak bisa menjawab. Dengan tidak adanya tanggapan. Dalam diamnya KPU, tim pendukung merasa dirugikan dan merasa ada kecurangan yang dilakukan oleh KPU.

Dengan tidak adanya keputusan tersebut rencananya pihak Ike-Zam akan membawa hal tersebut ke ranah hukum pidana karena pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota merasa di rugikan dengan pemalsuan data oleh KPU.(rio)

Editor: Mancar

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *