Dibutuhkan Perhatian & Penanganan Cepat Terhadap Jalan Rusak

(Penaberlian Online) -Jalan lintas provinsi yang terletak di Desa Nituwuboho, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, mengalami kerusakan hebat akibat hujan lebat beberapa hari yang lalu.

Kepala desa Nituwuboho (Hironimus Halawa) menjelaskan, bahwa ketika mobil truk pengangkut tiang listrik melintas pada Senin (06/02/2023) menuju Telukdalam kerusakan jalan semakin bertambah dikarenakan ruas sisi jalan ambruk.
“Besi penahan atau penyangga tanah retak hingga patah dan mengakibatkan tanah ambruk hingga menimbulkan lobang menganga.
Dengan rasa kepedulian dan antusias masyarakat melakukan gotong royong penanganan darurat supaya dapat dilintasi kendaraan (roda dua dan roda empat).
Batang kelapa dibeli dari warga dan dipasang untuk membuat jembatan darurat.” Jelas kades.

Kamtibmas dari Polsek Lolowau dengan dikoordinir oleh Kapolsek (Adolf M. Purba) terjun di lokasi longsor pada Selasa (07/02/2023) untuk memantau keadaan dan situasi.
“Dihimbau kepada pengendara untuk tetap berhati-hati, diutamakan saja keselamatan sebelum adanya penanganan intensif dari pihak PU provinsi dan pemerintah terkait. Untuk sementara, kita bantu dengan bahan seadanya saja.
Terkait partisipasi masyarakat atau pengendara tentu sangat dibutuhkan, terlebih kepeduliannya tanpa ada unsur paksakan, melainkan dengan kesadaran sendiri.
Kita akan coba bantu menyampaikan kepada pihak PU provinsi dan pihak terkait supaya segera diperbaiki dan cepat dibangun.” Ucap Kapolsek.

Lebih lanjut, warga menyampaikan bahwa penanganan darurat ini tidak selamanya.
“Ini hanya sementara saja, tidak akan bertahan lama. Apalagi tanahnya tidak memiliki penyangga atau penahan dari bawah. Tanahnya gantung dan bolong, bisa-bisa ambruk apabila ada banjir dan hujan lebat.” Pungkas warga.

Lebih lanjut, Kades berharap supaya jalan rusak tersebut dapat dengan cepat ditangani oleh pihak-pihak terkait terutama PU Provinsi Sumut.
“Kita berharap kepada wakil rakyat, DPRD Provinsi Sumut dan PU provinsi untuk segera membangun jalan ini sebelum adanya korban.
Diketahui, jalan (gorong-gorong) tersebut telah lama mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terakhir, sekitar 5 tahun silam hingga sekarang belum ada penanganan dari pemerintah.” Tandasnya.
(Abisama Halawa)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *