Dari 6 Hektare Wisata Cakat Raya, Kini Jadi 13,5 Masih Terbengkalai

TULANGBAWANG (PBO) – Dilema Destinasi Wisata Cakat Raya yang berawal bernama Taman Indonesia Indah Menggala (TIIM) yang berdiri diatas tanah seluas 6 hektare, serta bangunan cagar budaya yang ada di wilayah cakat berdasarkan peraturan daerah bangunan tersebut yang di danai anggaran negara kini terbengkalai.

Hirup pikuk pemberitaan sebelumnya tentang anggaran DAK 2019 dan permasalahan ke absahan secara hukum kepemilikan tanah serta bangunan yang tak terurus yang mana notabene nya menghabiskan anggaran milyaran rupiah.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Tulangbawang, Ismed mengatakan, Masalah di Pariwisata pihaknya memang pengelola tentang wisata tetapi tidak semua wisata bisa dikelola sepenuhnya serta terbatas. Untuk bangunan, pihaknya sudah berusaha dan sudah mengajukan nota dinas ke dinas PU karena leading sector pembangunan ada di PU.

“Kami sudah mengajukan nota dinas ke Bupati melalui Sekda untuk meminta renovasi berat di lima titik, pertama Kantor Pariwisata, Tangga Raja, Gedung Kartini, Sesat Agung dan terakhir wisata Cakat Raya. Kemungkinan terhambat. Lantaran masalah anggaran belum bisa terealisasi tetapi kami dari pariwisata tidak menutup mata begitu saja,” kata Kadis Pariwisata Tuba, Ismed saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (07/06/2021).

Dia menuturkan, jika tidak salah luas tanah yang ingin disertifikatkan seluas 13,5 hektare di Tahun 2020, terakhir per Desember sudah dilakukan pengukuran sertifikat. Namun, hingga kini tidak terlaksana mungkin karena waktu yang terlalu mendesak, ada kemungkinan akan dilanjutkan di tahun 2021 ini.

Terkait nama TIIM Kepala Dinas Pariwisata Ismed baru mengetahui bahwa dulu destinasi cakat raya bernama TIIM.

“Saya juga baru tau nama tersebut dari pemberita media, saya taunya hanya wisata cakat raya saja, mungkin pak Mance dulu memiliki ide-ide yang cemerlang. Jadi wajarlah dirinya dapat menjabat Bupati dua periode,” ujar Ismed.

Sementara disisi lain, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Tulangbawang melalui Hak jawabnya menjelaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang mengarahkan kawasan wisata Cakat Raya, menjadi kawasan wisata etnik, terintegrasi dan artistik.

“Sebaiknya penjelasan yang diinginkan tentang rancangan pembangunan hendaknya dimintakan keterangan kepada kami pihak Bappeda yang bertanggungjawab mengkoordinasikan dokumen perencanaan. Agar Secara jelas, teknokratis, filosofis, dan alur proses dan pembiayaannya serta tidak membangun persepsi yang tidak sesuai kaidah keilmuan perencanaan dan penganggaran,” pungkasnya.(Mcr)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *