Pemalang, (Pena Berlian Online)-Tim BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan Tenaga Kerja Cabang Pemalang melakukan sosialisasi kedesa ,- desa. Seperti yang dilakukan pada 30 Mei 2023, Selasa lakukan sosialisasi ke Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan,Kabupaten Pemalang,Jawa Tengah.

Lokasi sosialisasi di Pendopo Balai Desa Klareyan. Acara dimulai berkisar pukul 08.30 sampai 11.30 Wib. Yang sebelumnya warga masyarakat Desa Klareyan diberi undangan acara sosialisasi tentang BPJS tersebut. Masyarakatpun diwaktu yang ditentukan antusias berdatangan di Pendopo Balai Desa Klareyan.
Seusai diterang jelaskan dari Tim BPJS dan Sekdes Klareyan mendampingi. Warga Desa Klareyan pun diberi keleluasasn untuk minat daftar atau tidak. Bagi yang minat mengumpulkan foto copy KK dan KTP kepada Ketua Kelompoknya, yang selanjutnya diserahkan ke Tim, yang diketahui oleh Sekdes Klareyan selaku Pemerintah Desa.
Mohammad Fadli Satrio,SH bagian marketing BPJS Tenaga Kerja Cabang Pemalang menyampaikan,
” Hari ini kegiatan kita sosialisasi ke warga,khususnya Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan. Karena memang BPJS Tenaga Kerja ini tidak cuma untuk melindungi pekerja yang formal saja, termasuk pekerja,pekerja in formal yang banyak didesa.
Misalnya seperti petani,pedagang,nelayan dan seterusnya itu juga mereka berhak atas jaminan sosial. Artinya negara hadir melindungi mereka.
Kebetulan di hari ini kita difasilitasi oleh pak Lurah Desa Klareyan , undang warga masyarakat disini, kita sama – sama sosialisasi. Mudahan – mudahan banyak masyarakat Desa Klareyan yang berminat nggih, mendaftarkan diri mereka ke BPJS Tenaga Kerja supaya mereka terlindungi.
Bapak Bupati pun menyampaikan, kalau kita sekarang posisinya masuk ke zona kemiskinan ekstrim, Pemalang termasuk didalamnya. Harapannya dengan banyak warga masyarakat yang terlindungi oleh BPJS Ketenaga kerjaan, artinya kalau ada yang bekerja mengalami resiko baik meninggal atau kecelakaan kerja, keluarga yang ditinggalkan itu tidak menjadi warga miskin baru.
Harapannya dengan adanya perlindungan BPJS Ketenaga kerjaan, warga masyarakat tetap sejahtera.
Jadi ada santunan kalau kematian itu empat puluh dua juta, yang kecelakaan kerja kita tanggung sampai full biaya pengobatannya, termasuk ada bea siswa anak, untuk dua anak sampai dengan seratus tujuh puluh juta.
Untuk hari ini ada tiga program yang kita sampaikan, program kecelakaan kerja, kematian dan hari tua. Karena untuk pekerja informal itu dia hanya bisa ikutnya tiga program. Sementara yang di formal, dikaryawan itu bisa ikut empat program. Jadi kerja mandiri hanya tiga program.
Sementara memang kita mulai di Desa Klareyan terlebih dahulu. Namun tidak nutup kemungkinan nanti banyak desa kita rambah, kita juga ingin BPJS Tenaga Kerja ini bisa mengakses keseluruh desa. Mungkin nanti kita ada juga kerja sama perisai”, terang marketing BPJS.
Sementara Agus Aryanto,S.H Sekretaris Desa Klareyan Selaku Pemerintah Desa sangat merespon sosialisasi BPJS tersebut, dianya menyampaikan,
” Terkait respon Pemerintah Deaa berkenaan penyelenggaraan sosialisasi BPJS Ketenaga Kerjaan tiga program, Kami menyambut baik.
Karena tadi seperti yang disampaikan Mohammad Fadli,bahwasanya Negara hadir dalam rangka mensejahterakan rakyatnya. Berkenaan dengan tiga progran tadi, jaminan kecelakaan kerja,jaminan kematian, jaminan hari tua. Karena mati bagi kami adalah sesuatu yang pasti.
Adapun waktu,kapan dan dimana menjadi misteri Ilahi, ketika warga kami terproteksi dengan adanya jaminan kematian tentu di ahli warisnya akan mendapat santunan. Dan tidak akan menimbulkan kemiskinan,kemiskinan yang baru,” pungkasnya. ( Suhari Putra Senja)

