Warga Gunung Labuhan Keluhkan Tiang Listrik Gunakan Pohon Kapuk

Lampung Utara (PBO) – Warga Dusun 04 dan Dusun 02 RT/RW/01/02, Desa Gunung Labuhan, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lamut) Keluhkan adanya tiang listrik yang menggunakan kayu dan bambu sebagai penyangganya, Sabtu (08/6/19).

Kepala dusun (Kadus) 04 RT/RW/01/02, Ameng mengatakan sudah 5 tahun di Dusun 04 dan 02 tidak ada bantuan tiang penyangga listrik yang terbuat dari beton cor atau semacamnya.

“Pernah pihak PT. PLN dateng kesini kemudian dia mengatakan Desa ini tidak layak dan terlalu jauh dari tiang pusat sana untuk mendapatkan tiang listrik dari beton tersebut ” ujar ameng

Sedangkan Tokoh masyarakat,dan sejumlah warga juga mengatakan “Jika kami warga Dusun 04 dan 02 memasang listrik dengan cara Ilegal pasti sudah dicopot semua litrik kami ini, listrik kami bayar, nama kami pun terdaftar jadi dari segi mana tempat tinggal kami ini bisa dikatakan tidak layak” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Untuk itulah Seluruh Warga, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa meminta kepada PT. PLN supaya mengganti Tiang-tiang kami yang terbuat dari bambu dan pohon kapuk ini dengan tiang penyangga Beton atau tiang penyangga yang layak digunakan.

Warga juga khawatir Sewaktu-waktu tiang listrik kayu dan bambu tersebut memakan korban jiwa karena kabel yang menjalar ke rumah warga sangat menakutkan sekali, Jarak antara kabel dengan tanah kurang lebih 2 meter.

Lebih lanjut, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Kepala Dusun, Kepala RT, dan Kepala Desa mengungkapkan “pemasangan tiang penyangga listrik dari bambu dan pohon kapuk tersebut berdasarkan Swadaya warga Desa, tanpa ada campur tangan pihak PLN Ranting Bumi Abung ataupun PLN Distributor Lampung.

“Sudah 5 Tahun berlalu dari tahun 2014-2019 tiang penyangga listrik tidak juga direhab apalagi diganti dengan Tiang penyangga beton dari PT. PLN. kalau bambu dan pohon kapuk itu lapuk, masyarakat yang mengganti sendiri, PT. PLN seakan tutup mata, karena tidak mungkin oknum pegawai PT. PLN tidak mengetahui, karena banyak petugas PLN yang hilir mudik ke desa gunung Labuhan tersebut, bahkan petugas pencatat meteran lalu lalang melewati Rumah-rumah warga desa tersebut,” Pungkasnya. (yahya/Jeffry)

Editor: Mancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *