Warga Bandar Lampung Nekat Curi Laptop Mahasiswa ,Demi Kebutuhan Anak Belajar

Bandar Lampung ,(Pena Berlian Online)- Lantaran terdesak kebutuhan anak yang hendak masuk ke bangku SMP, Hermansyah terpaksa mencuri laptop milik mahasiswa.
Hal tersebut terungkap saat Polsek Kedaton menggelar ekspose atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Mapolsek setempat, Rabu (22/7).
Kapolsek Kedaton, AKP Roni Tirtana, mengatakan bahwa penangkapan tersangka Hermansyah ini berdasarkan laporan dari korban DH (22) yang merupakan mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung bahwa telah kehilangan barang elektronik berupa laptop.
“Rumah kontrakan korban ini berlokasi di Jalan M Nur, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung,” katanya saat memimpin ekspose.
Berdasarkan laporan tersebut, anggota Polsek Kedaton melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada di kediamannya yang berlokasi di Jalan Bumi Manti III, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung pada Jumat (3/7) lalu.
“Kita juga menyita barang bukti lain berupa satu tas abu-abu berisi laptop merk Acer, ponsel mereka Oppo, dan kamera Canon. Laptop itu ngakunya buat dipakai oleh anaknya,” sambung dia.
Menurut Roni, tersangka terpaksa melakukan aksi kejahatan ini lantaran terdesak ekonomi keluarga. “Karena gak ada kerjaan jadi dia melakukan pencurian,” ujarnya.
Tersangka melakukan aksi curat ini seorang diri dengan cara merusak gembok pintu menggunakan batu dan obeng kemudian masuk ke dalam kamar kontrakan korban.
“Beberapa barang hasil curian tersebut jika ditaksir mencapai Rp 9 juta,” ungkap dia.
Sementara itu, tersangka Hermansyah mengaku nekat melakukan pencurian ini karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. Ditambah lagi anaknya hendak masuk SMP dimana laptop sebagai penunjang alat belajar.
“Laptopnya rencana mau pakai sendiri, gak dijual buat dipake anak saya sekolah. Sekarang lagi nganggur,” ucap tersangka.
Sebelumnya Hermansyah bekerja sebagai pelayan di restoran, namun akibat pandemi COVID-19 ia terpaksa dirumahkan sejak dua bulan terakhir.
“Kurang lebih sudah hampir dua bulan ini gak kerja,” pungkasnya.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *