Bandar Lamping (PBO) – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengenalkan berbagai destinasi wisata seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Tanjung Setia kepada Duta Besar (Dubes) Kroasia untuk Indonesia, Nebosja Koharovic.
Wagub Lampung menerima rombongan Dubes Kroasia di ruang rapat utama Kantor Gubernur Lampung, Senin (24/6/2019).
Hadir dalam rombongan yang mendampingi Dubes Kroasia itu diantaranya Prof. Lidija Kos-Stanisic dari Zagreb University, serta Dr. Mirela Holy dari VERN University.
Dalam pertemuan tersebut, Nunik memperkenalkan sejumlah destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung.
Di antaranya, Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Pantai Gigi Hiu, TNWK, hingga Pantai Tanjung Setia.
“Lampung mempunyai banyak kekayaan alam yang beragam, pantai yang cantik dan laut yang beragam. Inilah Provinsi Lampung,” kata Nunik.
Dia menjelaskan untuk pecinta olahraga selancar (surfing), Lampung mempunyai Tanjung Setia di Krui Pesisir Barat.
“Kita punya surganya surfing di Pantai Tanjung Setia di Pesisir Barat dengan pantainya yang indah. Jadi sangat cocok untuk surfing,” ujarnya.
Untuk menuju Krui, Pesisir Barat, Nunik menjelaskan bisa ditempuh dengan waktu 30 menit menggunakan pesawat.
“Kalau tidak mau naik pesawat, bisa lewat jalur darat dengan waktu tempuh lima sampai enam jam,” jelasnya.
Dia juga memperkenalkan beberapa pulau yang terdapat di Provinsi Lampung seperti Tegal Mas dan Pahawang di Pesawaran.
“Ada juga pantai yang indah di Pulau Pahawang dan Tegal Mas yang tidak jauh dari Kota Bandar Lampung,” terangnya.
Untuk yang ingin melihat lumba-lumba, Nunik menyarankan agar datang ke Teluk Kiluan, Tanggamus. “Tapi ini datangnya di waktu-waktu tertentu,” kata dia.
Tidak hanya wisata laut, dalam kesempatan itu, Nunik juga mempromosikan wisata alam yang tidak kalah menariknya di Lampung. Salah satunya Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur.
Menurut Nunik Way Kambas memiliki hutan yang rindang dan masih terjaga kelestariannya.
“Jadi nanti bisa naik gajah untuk menyusuri hutan. Hutan di sana masih alami dan rindang. Tidak semua hutan yang masih rapat,” jelasnya. (Rita)
Editor: Mancar

