Tradisi Tahunan Ribuan Warga Desa Kaliprau Mengadakan Sedekah Bumi

Pemalang, (Pena Berlian Online) – Ribuan warga Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Berkumpul di pendopo dan halaman balai desa untuk mengikuti kegiatan adat leluhur tiap.tahun, sedekah bumi, Selasa (21-6-2022).

Selamatan sedekah bumi yang mayoritas dihadiri ibu-ibu rumah tangga, berlangsung pada Selasa malam pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Dalam kegiatan tersebut hadir Pemdes Desa Kaliprau, BPD, karang taruna, PKK, RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Sebelum mulai sedekah bumi, Purwadi selaku Kepala Desa Kaliprau menyampaikan, tradisi selamatan sedekah bumi yang merupakan tradisi leluhur kita sejak dulu, bertujuan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan tanah subur dan kita bisa mengambil manfaatnya.

“Alhamdul Lillah, malam ini warga kami bisa hadir memenuhi halaman dan pendopo balai desa dengan membawa berbagai makanan, lauk-pauk, buah-buahan dan tumpeng,” ungkap Kades Purwadi.

Pidato dilanjutkan oleh Agus Widodo selaku Kaur Umum, menyampaikan sejarah tokoh-tokoh yang pernah menjabat Kepala Desa Kaliprau.

“Sejarah yang tercatat selaku Kepala Desa Kaliprau yang didokumentasi di sekretariat desa, antara lain:
1)Bekel pertama Bp Wonondriyo menjabat selama tahun 1885.
2)Bekel kedua Haji Tahir menjabat selama tahun 1885-1900.
3)Bekel ketiga Bp Sanggan menjabat selama tahun 1901-1920.
4) Lurah keempat Bp Taram menjabat selama tahun 1921-1932.
5) Lurah kelima Bp Raswan menjabat selama tahun 1932-1942.
6) Lurah keenam Bp Haji Syokur menjabat selama tahun 1943-1947.
7) Lurah ketujuh Bp Mulyo Raharjo menjabat selama tahun 1945-1949.
8) Lurah kedelapan Bp Kasihan menjabat selama tahun 1947.
9) Lurah kesembilan Bp Dastro.
10) Lurah kesepuluh Bp Mulya Raharjo.
11) Lurah kesebelas.Bp Haji Argupi menjabat selama tahun 1951-1954.
12) Lurah kedua belas Bp Mulya Raharjo menjabat selama tahun 1955-….
Al Fatikha.

Babad alas Kaliprau dimulai oleh Bambang Sulaiman yang kita dikenal dengan nama Mbah Sulem. Makamnya sebelah barat desa ini.

Mbah Kuwu Sangkan satu diantara sekian tokoh yang berasal dari Kota Cirebon yang melakukan babad alas hingga jadi desa ini, yang kita sebut Desa Kaliprau.” Demikian disampaikan Agus Widodo di depan ribuan peserta sedekah bumi. (Kustajianto, Suhari PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *