BREBES (PBO)- Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes menggelar Rembug Stunting dihadiri OPD dan camat se Kabupaten Brebes pada Kamis 24 Maret 2022. Sebagai narasumber dari BP3KB dan Baperlitbangda Kabupaten Brebes.
Disebutkan Rela Rahayu Ningsih Kabid Kebudayaan Sosial Baperlitbangda bahwa angka stunting di Kabupaten Brebes 11,42 % atau (11825) balita bawah dua tahun, tersebar di 17 kecamatan. Dari 50 desa intervensi pada tiga tahun yang lalu setelah dilakukan penimbangan ada 31 yang lulus, angka stuntingnya sudah dibawah 20%, sisanya masih diatas 20%.
Selanjutnya Rela Rahayu Ningsih menanyakan kinerja Peran PKH ( Program Kekuarga Harapan ) dalam penanggulangan Stunting , dalam pertemuan dengan KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ) , agar dalam pemaparan bisa memuat, kekurangan ibu hamil , sedangkan anak 2 tahun kebawah masuk kategori keluarga (HPK) Hari Pertama Kelahiran yang perlu diperhatikan. salah satunya dengan BLT, PKH ,PBI ( Penerima Bantuan Iuran ).
Saepuroh Kabid Keluarga Berencana BKKBPP Kabupaten Brebes menjelaskan kalau dari BP3KB pusat dianggarkan 5 milar sampai dengan tahun 2022 ini , TKM pendamping keluarga sebanyak 4572, satu kelompok berisi 3 orang , bidan kader KB, kader PKH , diberikan pengganti pulsa diantaranya, kader perawat, diberi honor 100 ribu untuk 1400 . mendeteksi faktor stunting, sedangkan dari Pemda Brebes dianggaran 3 milyar untuk mengisi , menyebarkan blangko blangko kepada sasaran utama.
Lebih lanjut menurut Rela bahwa stunting itu ditangani oleh beberapa OPD diantaranya DP3KB, Baperlibangda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, PU (terkait air), Disperwakim (terkait jamban), Dinas Pertanian (terkait rumah pangan lestari), Dinas Peternakan (terkait gemar makan telor). (Tgh-Rtn-Ddn).
Editor : Erlieka Faslin Utami

