PEMALANG, (Pena Berlian Online) – SMK Satya Praja 2 yang beralamat jalan Iser Petarukan,Rowopanggang Iser, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tengah mengadakan Graund Launcing mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, dan meresmikan jurusan tehnik mesin Teaching Factory( TEFA), pada Selasa ( 16/8/2022).
Yang hadir diacara tersebut; Ketua Yayasan SMK Satya Praja II, Kepala Sekolah beserta guru-gurunya, para siswa-siswinya, Perwakilan UPPK IX Cabang dinas Wilayah IX Propinsi Jawa Tengah di Kabupaten Pemalang, alumni lulusan Jerman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang,Forkompincam Petarukan, Ketua Simongklang Kecamatan Petarukan, para Kades se-Kecamatan Petarukan, Kepala Sekolah SMK Nusa Mandiri Ampelgading, dan tamu undangan lainnya.
Berkisar pukul 10.26 Wib acara dimulai,yang sebelumnya disuguhkan terlebih dahulu satu alunan lagu dari group komunitas Forza Pemalang.
Suwono,S Pd, M.Pd Ketua Yayasan Satya Praja 2 dalam sambutan pembuka menyampaikan,
” Bangun desa diwujudkan pada hari ini yaitu dengan adanya launcing mesin sampah menjadi sangat,sangat bermanfaat, bayangkan sampah plastik yang tidak berguna menjadi berguna, karena dengan mesin ini sampah plastik di ubah menjadi bahan bakar.
Mudah-mudahan dengan adanya launcing ini kami mengharapkan bahwa di Pemalang nanti harus ada tindak lanjut pengembangan pendidikan, pengembangan pendidikan yang jelas generasi muda, saya minta generasi muda Pemalang dengan awal launcing ini, dari SMK Satya Praja dua ini adalah awal perubahan generasi muda menuju generasi penerus yang lebih hebat…!’terang Ketua Yayasan SMK.
Senada dengan itu Ketua Alumni dari Jerman juga pada kesempatan itu menceritakan,menyampaikan,yang terlebih dahulu dianya mengajak seluruh audiens memekikkan Kemerdekaan, di memontem Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke -77,
” Alumni Jerman sebenarnya ada empat puluhan ribu, namun yang terhimpun hanya empat ratusan, kita Indonesia seharusnya sudah maju, yang mana salah satu alumni Jerman, yang sama-sama saya mendapatkan beasiswa kalau tidak dipenjara selama 10 tahun!,
Kebetulan saya advokatnya, saya kuasa hukumnya, walaupun saya Insinyur karena saya ambil keilmuan hukum untuk profesi Advokat, sekarang saya baru tahu mengapa teman saya itu dipenjara, pada saat itu hakim tidak bisa memutuskan karena tidak terbukti melakukan tindak pidana itu, tapi aku baru sadar sekarang kalau saja teman tidak dipenjara maka saat ini Indonesia sudah punya Mobil listrik Nasional, mari kita beri aplaus untuk teman kita yang masih dipenjara.
Beliau Insinyur Rasyid Ahmadi, dia lulusan ITB, beliau orang pintar, dia ketua Robotik ITB, Anggota ICMi,” jelasnya.
Mesin pengubah sampah menjadi bahan bakar karya putra- putri SMK Satya Praja II adalah benar, benar bisa dikembangkan lagi, kami satu diantaranya yang pernah mencoba hasil karyanya’, ujar Kismanto pengusaha penyewaan genset.
Anak- anak siswa SMK Satya Praja juga ahli mewarisi kebudayaan Adi Luhung, diantaranya ditengah,tengah acara sebelum peresmian Launcing menampilkan karya seninya yakni Tari Sintren.
Seusai memberi sambutan, menabuh gong menandai diresmikannya acara launcing itu, Raharjo,SIP, M.A.P selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang dihadapan para awak media menyampaikan,
” Mudah,mudahan ini menjadi solusi sampah plastik yang berada diPemalang khususnya, untuk seluruh Indonesia umumnya, kami pemkab tentunya selalu melakukan pendampingan,artinya biar semuanya secara emisi,secara penggunaan juga aturan, pendampingan pelatihan.
Adapun untuk pembuatan alat ini agar lebih besar, merupakan tantangan paj, Smk ini, makin sempurnanya alat ini makin membuat daya tarik tersendiri, dan kemanfaatannya, kami Pemkab tentu mendorong sesuatu yang sangat positip ini, untuk sumbangsih penganggaran, nanti bila sudah ada anggaran tentu kami bantu”,tutupnya.( Suhari Putra Senja)

