LAMPUNG SELATAN (PENA BERLIAN ONLINE) – Tersangka Seno Aji (30) kewilayah Sai Bathin Lima Marga Way Handak dalam rangka Permintaan Maaf kepada masyarakat Lampung dugaan Penghinaan Kikat Hanuang Bani yang berlangsung di Gedung Agung Marga Khajabasa Desa Rajabasa Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan (Lamsel). Rabu 21/11/2018.
Seno Aji yang merupakan Politisi Partai Golkar ini hadir bersama keluarga. Turut hadir Kapolres Lamsel M. Syarhan, SIK, Camat Rajabasa Sabtudin, Danramil Kalianda Mayor Arm. Aris S.pd, Kapolsek AKP Haryono, Forkopimda Lamsel.Selain itu, Lima Pangeran Sai Batin Wayhandak beserta Punggawa, Humas dan Muli Makhanai Kepaksian Skala Brak, Para Bahatur Tanggamus dan Pringsewu, Segheri suku Marga Rajabasa serta perwakilan Kerajaan Adat Lampung Skala Berak Lampung Barat ( diwakili oleh Gusti Batin Yani dan Gusti Batin dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B ).
Panglima Alif Jaya (Panglima Sai Batin Paksi Pak Skala Brak) pada penyampaiannya mengatakan bahwa laskar adat menerima permohonan maaf saudara Seno Aji yang beberapa bulan lalu di anggap telah melakukan pelecehan terhadap Salah satu pakaian Marga Adat Sai bathin.“Lima Marga Sai Bathin Way Handak sudah menerimah permohonan maaf seno aji,” katanya.Panglima Alif menambahkan, dengan adanya permasalah ini kita wajib berbangga karena semua menuai hikmah yang luar biasa dengan kata lain masyarakat Lampung akan lebih solid dalam hal kekeluargaan dan silahturahmi.
“Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Saudara Seno Aji yang mau mengakui kesalahan sehingga kedepan kepada sesama agar selalu menghormati dan tidak melakukan hal yang merugikan masyarakat lainnya,” imbuhnya.Selanjutnya kata Panglima, Dalam hal ini juga permintaan maaf saudara seno aji kami semua selaku punggawa adat akan menerima permintaan maaf setelah apa yang dilakukan dan mengakui kesalahanya.
“Kemudian dengan selesainya kegiatan ini akan dilanjutkan ke tetua Adat Masyarakat Lampung yaitu Brigjen Pol (Purn) Drs. Pun Edward Syah Pernong, SH, MH Sultan Skala Brak yang Dipertuankan ke-23 Kepaksian Pernong,” jelasnya.Perwakilan Kerajaan Paks Pak Skala Brak Lampung, Gusti batin dr. Widyatmoko merupakan budaya luhur dan akan selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan menghormati kepada siapapun.
Maka kata dia, dalam persoalan ini sifat manusia yang lalai pasti akan menimbulkan sesuatu salah satunya ketersinggungan.“Yang mana awalnya hanya bersifat candaan namum karena terjadi kesalahpahaman dan pandangan akhirnya berimbas ke masyarakat luas sehingga perlu diklarifikasi dan diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.
Sementara itu, Seno Aji mengatakan, dirinya merasa bahagia dan tersanjung menjadi bagian dari keluarga Adat Sai Bathin 5 Marga, melalui prosesi permohonan maaf secara adat yang di langsung kan di Gedung Agung Marga Rajabasa.“Alhamdulilah saya bersyukur hari ini saya bersama keluarga besar menjadi bagian dari pada adat sai bathin mudah-mudahan menjadi berkah,” kata Seno Aji.
“Saya pribadi dan keluarga mudah-mudahan ini menjadi sangat baik sekali karena secara pribadi dari ketulusan, keikhlasan saya pribadi sangat mencintai adat dan budaya Lampung,” terangnya.Ditempat yang sama, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) AKBP. M. Syarhan S,ik. MH. Dalam kesempatan itu mengatakan.Kejadian yang terjadi pada Juli 2018 yang lalu menjadi pembelajaran betapa agung arti adat istiadat.
“Untuk wilayah Lampung Selatan sendiri Alhamdulillah situasi keamanan dapat kondusif di mana ke aman bukan hanya tanggung jawab aparat ke aman juga merupakan tanggung jawab kita bersama maka untuk masyarakat harus perlu peran serta semua lapisan yang sangat bermanfaat,” kata Kapolres.Kemudian kata Kapolres Lamsel dirinya mengucapkan terimakasih kasih kepada seluruh pemangku adat yang telah ikhlas dan mau menerima permintaan maaf saudara Seno Aji.
“Karena itu merupakan budaya Lampung yang tulen karena selalu mengedepankan rasa kekeluargaan dan menghormati yang besar kepada sesamanya dan mari kita semua tetap solid agar lampung tetap kondusif terhindar dari isu-isu negatif serta selalu menjaga silahturahmi guna memperat persaudaraan masyarakat Lampung,” tutupnya. (src)

