Sehari Empat Motor, Spesialis Curanmor Asal Lamtim di Bekuk

Bandar Lampung(PBO)- Usia dua tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini terbilang muda. Namun berdasar catatan kepolisian, mereka sudah beraksi sekitar 96 kali di wilayah Bandarlampung. Dua pemuda itu, Muhammad Saiful alias Klaweng (21) dan Ari Setiawan (18), warga Negarabatin, Lampung Timur diciduk gabungan tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung dan Polsekta Kedaton, Jumat (22/9). Dalam penangkapan di sebuah kosan di wilayah Kedaton itu, polisi menembak kaki keduanya.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, Saiful dan Ari ditangkap usai menggasak motor Honda Beat milik Efriana yang sedang diparkir dikosannya di Kampungbaru, Rajabasa. Saiful berperan sebagai pemetik dan Ari menjadi joki.

”Aksi kedua tersangka terekam CCTV. Lantas anggota melakukan penyelidikan dan penangkapan,” kata Harto dalam ekspose di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (26/9).

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti empat unit sepeda motor matic, dua set kunci letter T beserta delapan anak kunci.

Harto yang didampingi Kapolsekta Kedaton Kompol Bismark menuturkan, dari hasil pemeriksaan, Saiful dan Ari sudah 96 kali beraksi di Bandarlampung. Saat ini pihaknya masih memburu dua tersangka lain, yakni A dan L.

”Saiful dan Ari ini masuk komplotan curanmor jaringan Lampung Timur. Mereka spesialis menggunakan kunci letter T. Saat beraksi, masing-masing berdua,” urainya.

Lebih lanjut Harto menuturkan, aksi para pencuri motor ini sempat viral di media sosial. Mereka menggasak motor di halaman parkir minimarket dan kosan. Bahkan, ada salah seorang tersangka yang saat beraksi menggunakan jaket almamater sebuah perguruan tinggi.

Sementara, Saiful mengaku kerap beraksi di Bandarlampung. Motor hasil curian kemudian dibawa ke Lampung Timur dan dijual dengan harga Rp3 juta-Rp4 juta per unit.

”Saya biasanya dapat bagian Rp1 juta setiap motor. Uangnya saya pakai untuk makan dan beli baju,” sebut Saiful.

Pemuda ini mengaku beberapa kali beraksi di pulau Jawa. Bahkan, pada 2016 silam, ia pernah ditangkap di Karawang, Jawa Barat. Namun ia mengaku lupa berapa Kali  dirinya pernah  ditahan( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *