Bandar Lampung – Recoom news Indonesia -Tanggamus, 5 februari 2026 ,Seperti pelindung yang tak lekang oleh waktu, Serikat Buruh Migran dan Informal Indonesia (SEBUMI) Lampung menunjukkan komitmen tak tergoyahkan dalam menjaga serta melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Saat ini, organisasi tersebut tengah melakukan pendampingan intensif terhadap seorang anak buah negeri dari Desa Sudimoro Bangun, Kabupaten Tanggamus, yang tengah bergelut dengan badai penyakit yang mengancam nyawa.

SEBUMI Lampung Genggam Tangan PMI Tanggamus yang Terpuruk Pekerja Migran yang Kembali dari Malaysia Terbaring Koma, Dapat Dukungan Sinergi Lintas Lembaga
PMI yang tengah dalam pantauan erat bernama Ahmad Wiwid Santoso, warga Kecamatan Semaka; ia sebelumnya menimba rejeki di tanah air jiran, Malaysia. Namun, langkahnya yang awalnya penuh harap berbalik menjadi jalan yang bergelombang ketika tubuhnya tidak mampu lagi bertahan, hingga akhirnya harus dipulangkan ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih komprehensif.
Pada hari Selasa (23/1), pria tersebut dirujuk dan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Pontianak, Kalimantan Barat. Dokter memberikan diagnosa awal bahwa Ahmad Wiwid mengalami penyumbatan pada bagian tubuh tertentu, yang menyebabkan kondisinya terpuruk hingga tidak sadarkan diri; koma yang telah berlangsung selama enam hari ini masih terus berlanjut hingga kabar ini diterbitkan.
Dalam upaya mendampingi yang penuh kasih ini, SEBUMI Lampung bergerak cepat melalui Ketua Ali Suryatno bersama Jauhari selaku organizer. Kedua sosok ini seperti jembatan yang menghubungkan harapan dengan kenyataan, terus melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Pendampingan yang diberikan juga tidak pernah melupakan peran Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung dan Kabupaten Tanggamus – bentuk sinergi yang menjadi pijakan kokoh untuk memastikan hak dan keselamatan setiap PMI tetap terjaga.
Kondisi saudara Ahmad Wiwid membutuhkan penanganan medis yang serius dan berkelanjutan; hingga saat ini, beliau masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar,” ujar salah satu petugas SEBUMI. Organisasi ini terus mendorong percepatan layanan kesehatan, sekaligus memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan yang layak seperti hak setiap anak bangsa.
Melalui kasus yang menyentil hati ini, SEBUMI kembali menegaskan komitmennya: selalu hadir sebagai tempat berteduh bagi pekerja migran Indonesia, mendampingi setiap langkah, dan memperjuangkan hak-hak mereka – terutama ketika berada di tengah badai situasi darurat dan masalah kemanusiaan. Semua pihak diharapkan dapat terus bersinergi, agar Ahmad Wiwid segera mendapatkan penanganan terbaik dan bisa kembali meraih kesempatan untuk hidup dengan penuh makna. (Tim Media Group PWDPI)

