SD Negeri 1 Kiluan Jadi Lokasi Edukasi Potensi Bencana

KOTA AGUNG (Pena Berlian Onlini)– Mahasiswa KKN Tematik tanggap bencana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 99 kunjungi Sekolah Dasar Negeri 1 Kiluan Negeri dan SMP Satu Atap Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus dalam rangka sosialisasi edukasi bencana kepada anak-anak, Rabu (7/8/2019).

Materi edukasi diantaranya berkenaan dengan potensi bencana dilingkungan Pekon Kiluan. Seperti tsunami, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Hal ini sebagai langkah awal KKN Tematik tanggap bencana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan memberikan pengenalan dan pemahaman tentang potensi bencana sedini mungkin kepada anak-anak.

Para peserta sosialisasi juga diberikan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan edukasi ini diawali dengan mengisi pre kuisioner dan diakhiri dengan pengisian post kuisioner. Hal itu dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan peserta seputar bencana alam.

Dari hasil kuisoner tersebut akan diketahui bagaimana respon siswa terhadap bencana. Sehingga tercipta masyarakat tangguh bencana di desa setempat dimulai dari tingkat sekolah dasar.

Kepala Sekolah SDN 1 Kiluan Negeri, Slamet mengatakan, program ini sangat bermanfaat bagi siswa di sekolahnya. Karena pengetahuan seputar bencana ini tidak dikaji secara mendalam dalam materi pelajaran umum.

Dengan demikian, para peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak akan panik dan mengerti langkah yang diutamakan saat terjadi bencana.

Sebelumnya pada Sabtu (3/8) 10 Mahasiswa KKN Tanggap Bencana UIN Sunan Kalijaga didampingi warga Kiluan melaksanakan kegiatan penanaman terumbu karang dan memasang spot foto bawah laut.

Terumbu karang merupakan salah satu bagian terpenting dalam ekosistem laut, hal itu tidak terlepas dari fungsi karang sebagai penyokong kehidupan biota laut, baik flora maupun fauna.

Sayangnya sebagian besar terumbu karang kini tidak dirawat dengan baik, termasuk terumbu karang yang ada di Pekon Kiluan.

Ketua Pengurus Terumbu Karang Pekon Kiluan, Mafa berharap kegiatan ini dapat memotivasi warga setempat maupun wisatawan yang berkunjung untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang.

“Serta dapat mendokrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di desa ini,” ujarnya.(LP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *