Sadis LN Warga Tangamus Habisi Keluarga Karna Uang

Tangamus(PBO)- Jenazah AR (37) serta 2 anaknya yakni SS (9) dan CH (3) tahun, korban pembunuhan suaminya sendiri bernama Lukman Nurdin (36), sudah dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakanan umum (TPU) Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, Minggu (15/10) pukul 10.00 WIB.

Keluarga dan kerabat sepakat, jenazah AR dan dua putrinya dimasukkan dalam satu liang lahat. Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Lukman Nurdin (36) pria yang bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik kawasan Tangerang ini tega membunuh tiga anggota keluarganya. Hal tersebut dikarenakan adanya persoalan ekonomi.

Peristiwa tersebut, bermula adanya cekcok antara pelaku dengan istri mengenai uang. Tiba-tiba pelaku tersulut emosi, dan langsung menghabisi korban menggunakan sebilah pisau dapur. Kemudian, dengan membabi buta pelaku juga menusuk dua orang anaknya.

Diketahui, pembunuhan tersebut terjadi di Graha Siena 1 Blok M 10/21, Kp Cipari RT 03/06, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang pada pukul 18.30 WIB, Jumat (13/10). Pelaku yang merupakan ayah dan suami korban dapat dengan cepat diamankan kepolisian setelah dirinya menyerahkan diri. Saat ini kasus pembunuhan tersebut ditangani aparat Polresta Tangerang dan Polsek Panongan.

Pantauan di kediaman duka Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, Minggu (15/10) pukul 10.00 WIB kemarin, ratusan masyarakat berkumpul melakukan takziah. Rumah sederhana berwarna biru itu, sejak pagi hari usai shalat subuh telah didatangi keluarga, kerabat, serta tetangga.

Selain menyampaikan dukacita dan belasungkawa, mereka ingin mengantarkan jenazah putrid bungsu dari enam bersaudara berserta dua anak perempuannya itu ke tempat peristirahan terakhir mereka.

Tampak sebuah tenda di halaman rumah duka milik saudara almarhumah AR (37), Robinan Talip lengkap dengan bendera warna kuning menandakan sedang adanya duka. “Jenazah adik saya dan dua anaknya diberangkatkan dari Tangerang Minggu dinihari. Sampai di Kotaagung ini tadi pukul 09.00 WIB. Disemayamkan sebentar untuk memberi kesempatan pada para pelayat, lalu pukul 10.00 WIB kami makamkan di pemakaman keluarga,” ungkap kakak kandung AR, Buyung Hanafi.

Keluarga besar AR sama sekali tak menyangka, LN bisa sampai hati membunuh istri dan dua putrinya. Menurut Buyung, selama ini pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sangat sopan pada kakak-kakak iparnya.

“Sepengetahuan kami, selama ini LN sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik. Adik bungsu kami ini dulu sempat bekerja untuk membantu suaminya. Namun akhirnya berhenti bekerja setelah lahir CH, putri ke dua mereka. Kalau apa motif atau penyebab yang memicu cekcok antara AR dengan suaminya, kami di sini nggak ada yang tahu pasti. Karena meskipun AR adalah adik bungsu kami, tetapi karena sudah menikah kami pun tak bisa terlalu dalam ikut campur dalam urusan rumahtangga mereka,” ujar Buyung.

Tak hanya di rumah duka, suasana duka juga kental terasa saat iringan jenazah diantarkan ke pemakaman keluarga yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah duka. “Kami minta aparat berwenang di Tangerang menghukum setimpal suami adik kami itu. Karena selain membunuh adik kami, dia juga tega membunuh dua keponakan kami, padahal mereka itu masih berusia sembilan tahun dan tiga tahun,” kata Buyung.(sl/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *