TULANGBAWANG (PBO) – Sesuai dengan amanah pimpinan yang diberikan untuk dapat membuat kondusif suasana dengan dinamika yang ada. Baik suasana yang terjadi di internal Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang.
Dalam waktu dekat dirinya akan mencoba melakukan langkah-langkah suasana kondusif dengan berbagai macam ke semua stakeholder.
“Saya memastikan program Bergerak Melayani Warga di bidang pendidikan itu berjalan serta akan meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan itu tolak ukurnya adalah pertama meningkatkan mutu lulusan, yang kedua adalah keterserapan mutu lulusan, yang ketiga peningkatan Angka Partisipasi Murni (APN) baik tingkat PAUD, SD, SMP,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang, Ristu Ilham, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/04/2021).
Dia menuturkan, Faktor-faktor pendukung untuk meningkatkan mutu pendidikan itu banyak. Oleh karena itu, seleksi Kepala Sekolah harus betul-betul sesuai prosedur dan kompetensi skillnya. Mengingat, kondisi daerah kita ini SDM manusianya tidak merata di daerah-daerah paling tidak mendekatilah walaupun tidak ideal banget.
“Yang ketiga kompetensi guru. Guru butuh banyak asupan kurang in house straning ataupun diklat-diklat. Sementara, mereka (guru sekolah-red) menentukan kualitas pendidikan,” ucap dia.
Lalu, yang keempat kurikulum. Kurikulum yang berganti-ganti itu mempengaruhi sarana dan prasarana. Kemampuan kompetensi tenaga teknis pendidikan. Baik tenaga perpustakaan, maupun tenaga teknis yang ada di dinas ini yang menangani pendidikan.
“Saya yakin dalam waktu dekat ini bisa menciptakan suasana kondusif. Hubungan kawan-kawan dan staf saya ini, pemulihan trauma mereka kita sudah coba,” ungkapnya.
Kemudian, kata dia, terkait dengan program BMW saya yakin berjalan dengan baik. Karena memang anggaran nya sudah ada. Seperti, PMTAS sudah ada, tinggal go lagi nunggu izin pimpinan.
“Kalau sudah diizinkan kita go tender. Satu guru satu laptop, insentif untuk guru memang sidah ada anggarannya tinggal dijalankan. Jadi saya optimis itu bisa terserap paling tidak sembilan puluh persen diakhir tahun ini,” pungkasnya.(Mcr)

