Pesawaran(PBO)- Total Pendapatan pada Rancangan APBD Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2018 ditargetkan sebesar Rp1,31 triliun lebih.
Pendapatan ini terdiri dari PAD sebesar Rp117,70 miliar , Dana Perimbangan Rp950,99 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp244,48 miliar lebih.
Pencapaian target ini tertuang pada Rapat Paripurna DPRD,Dalam Rangka Penyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2018 yang dibacakan Wakil Bupati Pesawaran, Eriawan, di gedung DPRD, Kamis (16/11).
“Penyusunan APBD merupakan kerangka kebijakan yang memuat hak dan kewajiban pemerintah daerah kepada masyarakat yang dituangkan dalam pendapatan, belanja dan pembiayaan,” katanya.
Peyampaian Nota Keuangan Rancangan APBD Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2018 ini merupakan wujud dari komitmen bersama untuk selalu berupaya meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan APBD.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam penyusunan Raperda APBD Tahun Anggaran 2018 berpedoman pada pokok pokok kebijakan yang mendasar. Pertama Kebijakan Anggaran Pendapatan Daerah. Pendapatan daerah merupakan komponen yang sangat penting dalam penganggaran, karena merupakan penggerak utama yang menentukan seberapa besar aktivitas yang mampu dilakukan serta didanai, guna menjalankan program dan kegiatan pemerintahan yang diharapkan dapat mengantarkan pada tercapainya kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Dimana dijelaskan Eriawan,dalam hal komposisi pendapatan dalam struktur APBD Pemerintah daerah pada umumnya di Indonesia, APBD Kabupaten Pesawaran masih bertumpu pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat.Namun hal tersebut tidak menyurutkan upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk tetap berupaya meningkatkan kinerja perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya.
“PAD yang kita rencanakan adalah sebesar Rp117,70 miliar lebih, yang terdiri dari Pajak Daerah sebesar Rp19,32 miliar lebih, Retribusi Daerah sebesar Rp3,90 Milyar Lebih, dan Lain-lain PAD yang Sah sebesar Rpp93,92 miliar lebih,” pungkasnya(Deva)

