Brebes (Pena Berlian Online) – Dinas Pertanian Kabupaten Brebes menggelar audiensi dengan PD GNPK RI Brebes, pada Rabu, 15 Februari 2023 di ruang AULA.
PD GNPK RI Brebes dihadiri 5 pengurus dan 10 orang dari Pengurus Kecamatan Paguyangan.
Audiensi dibuka Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Ir. Yulia Hendrawati, selanjutnya memperkenalkan jajaran yang mendampinginya yakni Iskandar Agung selaku Sekretaris Dinas, Yayuk Kepala Bidang Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Heni PPL, Tanti Palupi Kabid Hortikultura dan Perkebunan, Ali Kabid. Pupuk dan Pestisida, Joko Kabid. Tanaman Pangan.
Ketua GNPK-RI Brebes Budi Prabowo menyampaikan sejumlah temuan terkait pupuk, kartu tani, dugaan Penyalahgunaan bantuan alat pertanian berupa traktor yang dijual, bantuan yang digunakan untuk kepentingan pribadi dengan menyewakan.
Menjawab ketua GNPK RI Yulia menjelaskan bahwa terdapat lembaga organisasi pertanian tingkat desa selain gapoktan yaitu UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) adalah bergerak dibidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alat mesin pertanian baik didalam poktan maupun diluar gapoktan, ketika menpan memberikan bantuan kepada UPJA maka bisa disewakan. “untuk persoalan ini saya kelapangan langsung dan untuk desa taraban itu yang mendapatkan bantuan adalan UPJA.” tegasnya.
Lebih lanjut Yulia menambahkan tentang pupuk subsidi, dijelaskan secara garis besar bahwa pupuk bersubsidi sebelumnya terdapat 5 macam yakni urea, NPK, SP36, Organik dan ZA, menurut Permentan No 10 tahun 2022 adalah hanya NPK dan urea berlaku untuk 9 komoditas sektor pertanian yakni cabai, bawang putih, bawang merah,padi, jagung dan kedelai, untuk sektor perkebunan kopi, kakao dan tebu.
Yang mendapatkan pupuk bersubsidi adalah petani yang memiliki lahan tidak lebih dari 2 hektar, sebelumya telah menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), realisasinya disesuaikan kemampuan keuangan pemerintah.
Terkait kartu tani disampaikan hanya merupakan alat untuk menebus pupuk bersubsidi, apabila kartu tani terdapat kendala, pupuk bersubsidi tetap bisa didapatkan dengan rekomendasi PPL dan petani masuk dalam RDKK.
Yulia sangat senang adanya pertemuan dan dukungan dari unsur masyarakat yakni ormas GNPK RI, “GNPK RI ini membantu, karena keterbatasan kami dan teman-teman dilapangan yang tidak mengawasi secara detail, dengan ini maka sepanjang sesuai regulasi kami sangat terbantu” pungkasnya. (Rtn)

