Pubian, Lampungtengah (Pena Berlian Online)- Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Ratu, Kabupaten Lampungtengah, bersama masyarakat adakan gotongroyong membersihkan puing-Puing pasca kebakaran Gedung Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Kampung Payung Maknur, Kecamatan Pubian, kabupaten setempat, Pada Rabu (4/9/2019).
Hadir juga dalam kerja bakti sosial anggota PSI, dan Anggota Paskibra Pubian, serta jajaran aparat Kampung Payung Makmur dan pemuda setempat.
Kepala Sekolah MI Nurul Huda, Mutaqin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas kepeduliannya ikut serta melakukan gotong-royong membersihkan puing-puing pasca kebakaran pada hari Senin (2/9/2019).
“Mudah-mudahan dengan sisa gedung yang diperbaiki ini kita bisa pergunakan sementara uuntuk kegiatan ngajar mengajar,”ujarnya.
Mutaqin juga berharap kepada pemerintah daerah dan kementrian agama agar memberikan bantuan gedung baru mengingat kondisi sekolah saat ini sudah tidak layak lagi untuk anak-anak belajar.
“Mudah-mudahn pemerintah terkait bisa secepatnya memberikan bantuan gedung baru agar anak-anak nyaman belajar. Mengingat hampir semua bangunan hangus terbakar,”katanya.
Terpisah, seperti bereita sebelumnya ,Madrasyah Ibtidaiyah ( MI) Nurul Huda, Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah, hangus dilalap sijago merah, pada (2/9/2019).
Berdasarkan keterangan salah satu warga kampung setempat, Kurniawan, asap hitam dengan kobaran api yang melambung diperkirakan pukul : 16:00 WIB, dan telah menghanguskan enam kelas atap bangunan.
“Kebakaran diperkirakan pukul : 16:00, dan telah mengahnguskan atap bangunan sekolah MI sebannyak enam kelas dan belum diketahui pennyebab kebakaran tersebut,”Kata Kurniawan.
Mendapat laporan dari pihak sekolah dan warga, pihak rombongan Kementrian Agama ( Kemenaq) Kabupaten Lampungtengah Selasa 3 September ( Hari ini Red) langsung terjun kelapangan untuk memantau langsung kondisi bangunan tersebut.
Dikesempatan yang sama, sejumlah wali murid berharap kepada kementrian agama kabupaten dan provinsi secepatnya memberikan bantuan sekolah tersebut. Pasalnya jika hal ini dibiarkan berlarut-larut akan menelantarkan kegiatan belajar-mengajar.
“Kasian anak-anak yang sekolah disini, jika tidak dibangun cepat bisa mengahambat kegiatan ngajar-mengajar,”ujar Suparno. (Kurniawan).
Editor : Helda Melenia.

