Petani Cabai Kampung Bedarou Indah dan Sungai Luar Keluhkan Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

TULANGBAWANG (PBO) – Petani Cabai di Kampung Sungai Luar dan Bedarou Indah, Kecamatan Menggalatimur, Kabupaten Tulangbawang keluhkan akses jalan kabupaten yang rusak tak kunjung dilakukan perbaikan.

Pasalnya, akses jalan tersebut adalah satu-satunya jalan untuk mengeluarkan hasil panen mereka. Dimana mayoritas warga kedua kampung tersebut adalah petani cabai.

“Untuk hasil panen, kami terkendala dengan akses jalan. Apabila jalan nya bagus. Pastinya harga jual juga tidak akan jatuh. Lantaran, disini kan harus lansir kendaraan bawa hasil panen keluar, butuh biaya lagi dong!,” kata Jony Putra saat diwawancarai penaberlian.com, Senin (05/04/2021).

Lebih parah lagi, kata dia, kalau hujan. jalan tersebut bak kubangan kerbau, lubang jalan digenangi air, lantaran sisi kiri dan kakan belum juga ada drainasenya. Otomatis air hujan menggenangi lubang jalan tersebut.

“Saya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang melalui PUPR stakeholder yang membidangi terkait keluhan kami rakyat kecil ini, agar segera melakukan perbaikan jalan di kampung kami” keluh Jony.

Sebab, kata dia, untuk petani cabai di dua kampung ini saja apabila musim panen bisa mencapai 300-400 ton cabai cabai yang dihasilkan.

“Kami juga berharap, kepada dinas pertanian untuk memberikan penyuluhan. Untuk mengatasi apabila cabai ada bercak daun serta busuk buah (Patek),” terang Jony.

Sementara, Kepala Kampung Bedarou Indah, Rusia mengatakan, untuk kedepan bisa 200 lebih yang mau tanam untuk lahan pribadi maupun menumpang kan banyak tumpangan juga. Kendalanya masyarakat disini yaa jalan rusak.

“Harapan saya ke pemerintah. Tolong di bantu untuk akses jalan. walaupun tidak semuanya diperbaiki kami minta hanya kurang lebih 1 kilometer saja yang lebih parah untuk diperbaiki,” kata dia.

Dia menjelaskan, karena setiap Musrenbang diajukan dan disampaikan masih tetap saja tidak ada tanggapan.

“Untuk sentra wisata tadi paling bagus ya disini, semua jenis sayuran ada, dari mulai buncis, kacang panjang, timun, semuanya di kampung kami. Bahkan sampai dibawa keluar kabupaten tetangga untuk pemasarannya. Saya harap kepada ibu Bupati Tulangbawang bisa mendengar keluhan ini,” pungkasnya.(Mcr)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *