JAKARTA (PBO) — Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) yang jatuh pada 22 September 2026, Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, menyampaikan pesan moral mendalam kepada seluruh keluarga besar organisasi di seluruh Indonesia.
“Pertama, tegakkan kebenaran meski seorang diri. Empat tahun PWDPI berdiri adalah bukti bahwa keberanian menyuarakan keadilan lebih kuat daripada kekuasaan yang menindas. Jangan takut menghadapi arus, jangan takut menghadapi tekanan, karena kebenaran pada akhirnya pasti menang,”Tegasnya pada Selasa (11/8/2026).
Kedua, jaga amanah dan jangan pernah sombong. Jabatan adalah titipan, bukan alat kekuasaan. Ingatlah: Iblis saja diusir dari surga karena kesombongan. Maka, semakin tinggi kedudukan, semakin rendah hati kita harus. Melayani rakyat, bukan dilayani. Menegakkan hukum, bukan menjadi hukum.
“Ketiga, jaga independensi pers tetap murni. Jangan biarkan pena kita dikuasai kepentingan politik atau uang. Wartawan yang menjual kebenaran telah mengkhianati rakyat. Selama pena masih di tangan, keadilan harus tetap dijunjung,” ujarnya.
Pesan Keempat, Ketum PWDPI yakni, bersatu dan jangan pecah. Musuh terbesar organisasi bukanlah dari luar, melainkan perpecahan dari dalam. Jika kita bersatu, tak ada yang mampu mengalahkan. Jika kita bercerai-berai, maka kekuasaan akan dengan mudah menindas kita satu per satu.
“Kelima, teruslah berjuang meski jalan terjal. Empat tahun bukan waktu yang singkat, namun juga belum waktu untuk berpuas diri. Banyak kebenaran masih tertutup, banyak keadilan masih tertunda. Jangan lelah, jangan menyerah sebelum kebenaran terwujud sepenuhnya,”katanya.
Selain itu, Ketum PWDPI juga berpesan peringatan HUT ke-4 ini bukan sekadar perayaan usia organisasi, melainkan momen untuk merenung: apakah pena kita hari ini masih menuliskan kebenaran? Apakah suara kita masih memihak yang lemah? Apakah keberanian kita masih teguh meski diancam?” tegas M. Nurullah RS.
Ketum PWDPI berharap agar PWDPI terus menjadi rumah bagi kebenaran, benteng bagi keadilan, dan suara bagi yang tak bersuara.
“Empat tahun mengabdi, teguhkan pers demi keadilan dan kebenaran. Itulah sumpah kita, itulah jalan kita.”pungkasnya.

