PESAWARAN (PBO). Dalam Acara Musrenbang yang kita laksanakan ini mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan Kabupaten Pesawaran,oleh karena itu dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran yang akan datang dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mekanisme perencanaan, dan sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah.
Disamping itu, Forum ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman bersama, baik di kalangan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat tentang pentingnya sinergi kebijakan dan program prioritas pembangunan,untuk melakukan klasifikasi atas prioritas kegiatan pembangunan kecamatan sesuai dengan fungsi-fungsi Perangkat Daerah Kabupaten, sehingga terbangun komitmen bersama diantara para pemangku kepentingan dalam pencapaian pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel,jelas nya.
Dan Untuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2019 adalah bagian dari tahapan lima tahun ketiga (2016-2021) Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun 2005-2025. Penekanan tahapan lima tahun ketiga adalah pendayagunaan kapasitas keunggulan daerah melalui pengerahan SDM dan fasilitas-fasilitas utama pendukung keunggulan daerah, akselerasi usaha ekonomi dan urusan unggulan serta penguatan sektor pertanian dan pariwisata agar menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan 5 (lima) tahunan ketiga melalui Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2016-2021 yang inline dengan tahapan pembangunan ketiga yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2019.
Dan didalam kerangka besar perencanaan pembangunan jangka menengah, untuk mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat, maka dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2019, Untuk itu kami selalu berkomitmen untuk konsisten dalam melaksanakan Visi, Misi dan Program yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Pesawaran Tahun 2016-2021 dengan Visi Bersama Masyarakat Pesawaran juga Mewujudkan Cita-Cita Luhur, Mewujudkan Kabupaten Pesawaran Yang Maju, Makmur Dan Sejahtera.
Insak Allah Kami secara maksimal akan selalu berupaya untuk mewujudkan aspirasi dan kepentingan seluruh warga masyarakat tanpa ada membedakan latar belakang suku, agama, kelompok dan golongan,juga berupaya keras untuk merealisasikan berbagai program prioritas yang merupakan target dalam lima tahun masa kepemimpinan kami,
Sehingga Pesawaran dapat diperhitungkan sebagai salah satu daerah penyangga Provinsi Lampung dengan berbagai potensi, dan dapat menunjang peningkatan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan dukungan dan peran serta seluruh komponen masyarakat,jelas nya.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran secara bertahap selalu bersungguh-sungguh mendorong laju percepatan pembangunan. Secara umum kondisi Kabupaten Pesawaran selama Dua Tahun Dermawan dalam mewujudkan Astha Cita dapat saya gambarkan sebagai berikut :
Pertama: Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Terpercaya Dan Melayani, yang telah dilakukan diantaranya:
– Peningkatan kinerja Pengelolaan Keuangan daerah atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, yaitu dengan diraihnya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan RI (LHP-BPK Ri) untuk TA. 2016. Opini WTP ini merupakan opini yang pertama kali semenjak Kabupaten Pesawaran terbentuk, di raih di awal kepemimpinan DERMAWAN.
– Penerapan Sistem Informasi Daerah, dalam rangka e-Government, antara lain Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (e-Planning, Bappeda); Aplikasi Sarana pengaduan (SAPA), Program Implementasi Publik (PIP), Geograpich Informatian System (GIS), E-Menara (aplikasi pemetaan menara), tahap awal Pesawaran One Centre (P1C), implementasi Domain Desa.id; Aplikasi Sistem Perizinan (Pendaftaran Online, Dinas PMPTSP); Aplikasi SIMDA, (tentang pengelolaan keuangan Daerah, Pelayanan Pajak Mobil Keliling Secara Online; ketersediaan Data/Informasi Kependudukan Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi; serta Penerapan Aplikasi Data ONLINE Kasus Kekerasan Perempuan serta penerapan Aplikasi Data Online SIMFONI-PPPA.
– Manajemen Kepegawaian dan Penataan Organisasi, melalui penerapan penempatan PNS dalam jabatan struktural dengan mengadakan Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP); Implementasi pelayanan secara otomatis, yaitu pelayanan administrasi kenaikan gaji berkala bagi ASN, Pemeriksaan Narkoba melalui tes urine bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilakukan kepada pejabat esselon II, III dan esselon IV; Pembinaan dan Pengawasan kepada OPD, ASN dan Desa oleh Inspektorat (APIP), pelaksanaan TP4D dengan kejaksaan, serta Pemeriksaan khusus baik di tingkat Kabupaten maupun desa.
– Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan, terdiri dari Pelayanan Keliling Perekaman KTP Elektronik kedesa-desa.
– Kerjasama Internal Penyelenggaraan Pemerintahan, diantaranya, telah ditetapkan perda sebanyak 21 Perda bersama DPRD, dan Kerjasama Eksternal berupa Penandatanganan 29 MoU, dan Penandatanganan 19 Perjanjian Kerjasama (PKS).
– Pemekaran desa dari jumlah 144 desa menjadi 148 desa; Pemasangan Tapal Batas Desa se-Kecamatan Gedong Tataan.
– Pelaksanaan kegiatan koordinasi Lintas Agama antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) melalui dialog perkembangan bersama masyarakat.
Kedua: Mewujudkan Infrastruktur Mantap dan Berkualitas, pencapaian pada bidang infrastruktur, diantaranya:
– Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ruas Jalan Sepanjang 782,957 KM dengan kondisi jalan mantap 80%, Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan tersebar di 11 Kecamatan.
– Pembangunan Embung dan Bangunan Air Lainnya berupa Bendungan, Embung, dan cekdam;
– Normalisasi Saluran Sungai pada 31 Sungai atau sepanjang 8.586 Meter;
– Pembangunan Tugu, diantaranya Tugu Coklat ; Tugu Al- Quran; Tugu Diniyah Putri; Tugu Batas dengan Kec. Natar, Kab. Lampung Selatan, Tugu P3KP dan Gedung kantor dinas serta Rehabilitasi Balai desa;
– Percepatan pembentukan lahan dan pembongkaran Tugu Pengantin proyek pelebaran jalan dan pembuatan tanggul;
– Peningkatan sarana prasarana olah raga melalui penyusunan Masterplan rencana pembangunan stadion serta rencana pembangunan RTH.
– Membangun serta merehabilitasi saluran Irigasi untuk melayani sawah seluas 4.723 Ha.
– Melalui program PAMSIMAS telah berhasil dibangun intake dari sumber mata air dan sumur bor, dan Sistem penyediaan air bersih melayani 12.276 jiwa, Sambungan rumah (SR) jaringan PDAM sebesar 6.800 SR.
– Pembinaan Jasa Konstruksi dan pemberian sertifikat tukang batu dan tukang kayu sebanyak 315 tukang;
– Perluasan Jaringan Listrik Pedesaan dengan jumlah 140 sambungan dan Perluasan Jaringan pedesaan sejumlah 60 sambungan;
– Bantuan ke daerah kepulauan dan tertinggal yang dilakukan diantaranya pembangunan PLTS Terpusat di Desa Pulau Pahawang Kec. Marga Punduh dan Pembangunan PLTS Terpusat Kapasitas di Desa Pagar Jaya Kec. Punduh Pedada, serta Pembangunan Jaringan Listrik berupa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Desa Pulau Pahawang Kec. Marga Punduh;
Ketiga: Mewujudkan Masyarakat yang Sehat Jasmani dan Rohani, dilakukan melalui diantaranya:
– Peningkatan Sarana Prasarana bidang kesehatan diantaranya Rehabilitasi berat; Pembangunan puskesmas baru. Peningkatan Puskesmas rawat jalan menjadi Puskesmas rawat inap. Terdapat 12 Puskesmas, 7 diantaranya Puskesmas Rawat Inap dan 5 rawat jalan, 40 Pustu, 137 Poskedes dan 444 Posyandu.
– Pengadaan Alkes untuk memenuhi persyaratan Puskesmas rawat jalan, Pengadaan Alkes di RSUD di ruang IGD, ruang bedah, ruang penyakit dalam, ruang anak, ruang anastesiologi dan terapi intensif, peralatan kedokteran gigi, peralatan ruang radiologi, patologi klinik dan ruang obstetri dan ginekologi; Pembangunan ruang operasi/bedah sentral, ruang laundry dan kamar jenazah, pembangunan ruang rawat inap.
– Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), meliputi : Perawat Home Care (1 perawat untuk 1-2 desa), Tenaga Kesehatan Kepulauan di Pulau Pahawang dan Pulau Legundi).
– Bantuan Transport Kader Posyandu, untuk kader Posyandu;
– Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan jumlah kepesertaan sebanyak 234.012 jiwa.
– Penambahan kuota peserta Jamkesda dengan jumlah peserta dari 16.667 peserta menjadi 23.847 peserta (mengalami penambahan sebanyak 7.180 peserta);
– Deteksi Dini Kanker Servik dengan metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) telah dilakukan di 12 Puskesmas se-Pesawaran.
– Pembentukan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) dengan membentuk Posbindu (Pos Bimbingan Terpadu).
– Pelaksanaan Program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dengan menerapkan langkah pola hidup sehat.
– Terbentuknya Kelompok Pusat Informasi Konseling (PIK) -Remaja sebanyak 76 Kelompok.
– Bantuan Dana Operasional PPKBD dan Sub PPKBD dengan rincian PPKBD 144 dan Sub. PPKBD 899
– Peningkatan jumlah Faskes Klinik KB dari 42 Faskes menjadi 53 Faskes KB.
– Pembangunan Balai Penyuluh KB, di seluruh Kecamatan.
– Penyediaan Rumah Penempatan Anak Sementara (Rumah Aman),
– Pendampingan dan Pembinaan Terhadap Korban Kekerasan dan Pelecehan Seksual Pedofilia di Desa Pulau Legundi;
– Pembentukan kelompok Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A);
– Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Launching Pesawaran Menuju Kabupaten Layak Anak.
– Sukses menjadi tuan rumah MTQ ke 45 Tingkat Provinsi Lampung dan meraih Juara ke – 2;
– Silaturahmi Ramadhan antara ulama, umara dan masyarakat;
– Program pemberangkatkan Umroh Tokoh Agama (marbot, guru ngaji, PPN, penjaga makam dan imam masjid); Wisata Rohani Yerusalem Untuk umat nasrani diberangkatkan wisata rohani ke Yerusalem; Wisata Religi (ziarah Wali songo); Wisata rohani umat Hindu dan Umat Budha.
– Pengajian Akbar dan Pemberian bantuan untuk organisasi keagamaan antara lain NU, Muhammadiyah, LDII, BKPRMI, LASQI, MUI, DMI, BAZNAS dan FKUB, dan Lembaga keagamaan antara lain Ponpes, Madrasah dan TPA; untuk rumah ibadah meliputi Masjid, musholla, Gereja, pure dan Vihara; serta memberikan bantuan untuk guru ngaji, pembantu penghulu, marbot dan penjaga makam.
– Fasilitasi Pembentukan himpunan majelis Talim tingkat Kabupaten dan tingkat Kecamatan dan kegiatan Majelis Zikir dilakukan 3 bulanan sekali serta kegiatan rutin Istigotzah tingkat Kabupaten.
Keempat: Mewujudkan Pendidikan yang Terjangkau,
Berkualitas dan Bermartabat, dilakukan melalui diantaranya:
– Peningkatanan Sarana & Prasarana Pendidikan, Pembangunan Ruang Kelas baru (RKB), Rehabilitasi Ruang Kelas TK/PAUD, Rehab SD dan SMP.
– Pembangunan Pagar PAUD, SD, dan SMP, Paving Block, Musholla dan sanitasi.
– Pembangunan Lab IPA, Rumah Dinas, Pembangunan perpustakaan, dan Pengadaan alat peraga untuk PAUD/TK.
– Peningkatan mutu pendidikan dengan penyelenggaran Ujian Nasional Berbasis Komputer.
– Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik (guru) dengan bertambahnya jumlah guru penerima sertifikasi.
– Pemberian honorarium bagi guru tidak tetap dan Guru Daerah Terpencil.
– Tenaga Pendidik berprestasi ditingkat nasional : Kepala SD daerah tertinggal berprestasi.
– Peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP SPM Dikdas) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Pesawaran.
– Pemberian Bantuan Operasional PAUD (BOP PAUD) dengan jumlah penerima 288 Lembaga dan 7.049 siswa penerima.
– Program unggulan bina murid yang baru diluncurkan tahun 2017 dengan sasaran siswa tidak mampu dan berprestasi Jumlah siswa penerima ; SD 660 siswa, SMP 550 siswa dan SMA 9 siswa mendapat program beasiswa disekolah SMA kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan.
– Fasilitasi perkembangan keragaman budaya daerah melalui Kegiatan Lomba seni dan budaya dan partisipasi dalam even Budaya tingkat nasional.
– Penyusunan Naskah sumber Arsip Transmigrasi Pertama di Indonesia Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan.
– Pembangunan Sanggar Seni Andan Jejama; Bantuan Peralatan Kesenian; Rehabilitasi Rumah Adat dan Revitalisasi Rumah Adat; Pembinaan terhadap pelaku seni dengan adanya Program Seniman Masuk sekolah.
– Sejak tahun 2016 Kabupaten pesawaran menjadi Anggota Jaringan Kota Pustaka Indonesia (JKPI) saat ini satu-satu kabupaten yang menjadi anggota JKPI di Provinsi Lampung.
Kelima: Mewujudkan Petani Yang Makmur dan Sejahtera Berbasis Agribisnis, dilakukan melalui diantaranya:
– Peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan Embung, Pembangunan Jalan Usaha Tani / Jalan Produksi, Pembangunan Sumur Bor, Pembangunan JITUT dan Pembangunan JIDES.
– Pembangunan Dum Parit Cetak sawah seluas 390 Ha dari luas lahan semula dari 15.465 Ha menjadi 15.855 Ha yang akan menyumbang peningkatan produksi sebesar 3 % dari 225.838 ton menjadi 232.613 ton.
– Bantuan UPPO, Bantuan Power Thresser, Bantuan Combine Harvester Besar, Combine Harvester Sedang, Bantuan Corn Sheller, Bantuan Traktor Roda 4, Bantuan Traktor Roda 2, Bantuan Pompa Air, Bantuan Rice Transplanter.
– Subsidi Pupuk pada Tahun 2017, yaitu Urea sebesar 11.519 Ton, SP-36 sebesar 1.949 Ton, ZA sebesar 980 Ton, NPK sebesar 6.528 Ton, Organik sebesar 1.330 Ton.
– Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bertujuan untuk perlindungan atas resiko usaha tani padi yang terlaksana seluas 1000 Ha.
– Pencapaian produksi padi sebesar 225.838 Ton dari target produksi sebesar 215.714 Ton pada tahun 2017, yang berarti terjadi peningkatan produksi padi sebesar 9% dibandingkan tahun 2016 (205.442 Ton).
– Pencapaian produksi jagung sebesar 116.014 Ton dari target produksi sebesar 102.738 Ton pada tahun 2017, yang berarti terjadi Peningkatan produksi jagung sebesar 41% dibandingkan tahun 2016 (82.386 Ton).
– Pengembangan Kawasan Kelengkeng seluas 15 Ha yang tersebar di empat Kecamatan.
– Tahapan pengembangan kawasan wisata terpadu kakao seluas 8 ha di Negeri Sakti Gedong Tataan yaitu pengembangan kawasan berbasis Industri pengolahan Coklat serta pengembangan tanaman hortikultura yang berbasis wisata pendidikan.
– Peningkatan Ketahanan Pangan melalui Pengembangan Lumbung Pangan Desa dan Lantai Jemur; Pengembangan Desa Mandiri Pangan diberikan bantuan ternak (Kambing) kepada 15 kelompok tani; Pengisian Lumbung Masyarakat sebanyak 50 Ton di 8 (delapan) Kecamatan.
– Pada Tahun 2017 Stock beras cadangan pangan Pemerintah Kabupaten Pesawaran sebanyak 38,3 Ton yang telah disalurkan khusus untuk Bantuan Rawan Pangan/Musibah Bencana Alam sebanyak 2,1 Ton.
– Peningkatan Produksi Peternakan melalui Pencapaian inseminasi buatan Program Upsus SIWAB; Pencapaian ternak sapi indukan yang telah bunting Program Upsus SIWAB;
dan Realisasi Program Asuransi Ternak Sapi di 11 Kecamatan.
– Terbentuknya Desa mandiri Kakao, dan Peningkatan Produksi Kakao dan Tembakau.
– Kerjasama dengan MONDELEZ Indonesia dalam bentuk pembinaan dan pembelian kakao petani, serta bantuan CSR.
– Pemberian Kartu Nelayan pada tahun 2016 sebanyak 1.773 kartu nelayan, tahun 2017 sebanyak 264 kartu nelayan jadi Total kartu Nelayan yang sudah di berikan sebanyak 2.033 Kartu. Data Penerima Bantuan Asuransi Nelayan tahun 2016 sebanyak 531 nelayan, dan tahun 2017 sebanyak 398 nelayan, total asuransi nelayan yang sudah di terbitkan sebanyak 929 nelayan.
– Bantuan berupa Kapal, Perahu ketinting dan alat tangkapnya.
Keenam: Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kreatif serta Memperkuat Perekonomian Daerah, dilakukan melalui diantaranya:
– Peningkatan Sarana Prasarana dalam mengembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, berupa Pemberian Bantuan Mesin dan Peralatan Produksi Industri Kerajinan kepada Kelompok IKM;
– Kerjasama dengan kelompok tani melalui Operasional Pabrik Mini Pengolahan Kakao di Negeri Sakti, Gedong Tataan;
– Pembangunan pasar rakyat; Pembangunan los terbuka kuliner rakyat;
– MoU Kabupaten Pesawaran dangan Bank BTN tentang Fasilitasi bantuan permodalan pedagang dengan Bank BTN Prov. Lampung;
– Bantuan mesin, peralatan dan bahan baku Bagi Pelaku IKM Kerajinan; Bantuan Mesin dan Peralatan Tahun 2017 Bantuan Mesin, Peralatan dan Bahan baku Bagi Pelaku IKM sebanyak 42 KUB terdiri dari IKM Kerajinan, IKM Agro dan IKM Batu Bata.
– Kunjungan kerja dan magang pelaku IKM kerajinan dalam rangka pengembangan produk Fashion di Sumatera Barat serta Magang IKM dalam rangka pengembangan produk fashion (Membatik) di Yogyakarta.
– Bantuan kepada masyarakat mendukung IKM, yaitu kompor biomassa dan Bantuan Reaktor Biogas.
– Pengembangan kampung tapis melalui Pembangunan UPT dan Galeri Sentra IKM Tapis Negeri Katon, telah teranggarkan Pada T.A 2018 sebesar 1,14 M dari dana APBN Kementerian Perindustrian RI dan APBD Kab. Pesawaran.
– Pengembangan kampung coklat di Desa Negeri Sakti , mesin dan peralatan pengolahan Bantuan Fasilitasi Kementerian Perindustrian telah tersedia dengan Kapasitas Terpasang 50 kg/hari, untuk pembangunan dan pengembangan fisik telah diusulkan Kepada Kementerian Perindustrian RI untuk mendapat dukungan dana APBN.
– Pemasaran Produk IKM/Dekranasda Pesawaran, melalui: Forum 12Th INDONESIA INVESTMENT WEEK (APKASI EVENT) di Jakarta International Expo, Kemayoran dan diikuti oleh seluruh Kabupaten se Indonesia dan beberapa peserta dari Luar Negeri dan NUSANTARA EXPO di TMII Jakarta; Forum INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR (INACRAFT), yang dilaksanakan di JCC Senayan Jakarta yang diikuti oleh lebih dari 1200 peserta dari seluruh Indonesia yang menyajikan produk-produk unggulan IKM kerajinannya; Forum CRAFT INDONESIA FAIR (CRAFINA), yang dilaksanakan di JCC senayan Jakarta dan diikuti oleh 324 peserta dari seluruh indonesia yang menyajikan produk-produk unggulan hasil ikm kerajinannya; APKASI OTONOMI EXPO 2017 (APKASI EVENT) yang dilaksanakan di JCC Hall A, B Senayan Jakarta diikuti oleh Pemerintah Kabupaten se Indonesia; Surabaya TTI Expo di Surabaya, diikuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia, Stand Kabupaten Pesawaran meraih juara 2 stand terbaik; Eksibisi Hari Kopi International, Hotel Novotel Bandar Lampung, yang dihadiri oleh Dubes 4 Negara (Malaysia, Vietnam, Kolombia dan Etiophia) yang menampilkan hasil produksi langsung KOCOK (Kopi dan Coklat).
– Peningkatan dan Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif dan Dunia Usaha, diantaranya: MoU dengan Badan Ekonomi Kreatif RI (Bekraf) dan Bank Indonesia (BI) tentang pengembangan ekonomi Kreatif berbasis Seni Budaya Media Desain dan IPTEK bagi para pengrajin Tapis dengan memberikan Bantuan 130 set Tekang Alat Tenun dan bahan Tapis serta pelatihan desain tapis di kec. Negeri Katon, Pelatihan Kemitraan Bagi Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif yang didukung oleh Bank Indonesia; Fasilitasi Pengembangan UKM Berupa Pemberian bantuan Modal Usaha Grobak untuk Pedagang bakso dan gorengan serta bantuan kepada kelompok UMKM berupa peralatan pengolahan keripik kepada koperasi yang bermitra dengan UKM.
– Pemkab Pesawaran mengirim pelaku UMKM Kelompok Batu Anugerah pada Acara Gebyar UKM WOW tahun 2017 tingkat Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan mendapat juara I UKM WOW tahun 2017 dan mendapatkan reward untuk mengisi produk pemasaran Batu Anugerah di Gedung Smesco Jakarta selama 1 tahun (2018).
– Pemasaran Produk unggulan UMKM berupa kain tapis, kayu fosil dan keripik di tingkat Provinsi Lampung dan tingkat Nasional melalui Harkopnas, AITIS, PIP, Festival Be-Kraf, Bantuan peralatan dukungan zona ekonomi kreatif berupa tenda, etalase dan meja kursi;
– Revitalisasi pasar yang di kelola oleh koperasi di Kecamatan punduh pedada;
– Bantuan sertifikasi tanah untuk UMKM sebanyak 200 sertifikat;
– Jumlah koperasi 211 tahun 2017 terdiri dari koperasi aktif 151 Dan tidak aktif 60 Koperasi , tahun 2016 jumlah 207 dengan koperasi aktif 147 dan 60 tidak aktif , terdapat peningkatan koperasi aktif sebanyak 4 koperasi;
– Peringkat sebagai runner up Pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Lampung Tahun 2017 dengan memperoleh sebanyak 55 Emas, 43 Perak dan 70 Perunggu.
– Pembinaan SDM melalui bantuan pada 3 KUPP (Kelompok Usaha Pemuda Produktif) : KUPP Karya Muda, KUPP Hanura Handycraft, KUPP FAMILI Handmade.
– Peningkatan Pembinaan SDM melalui Marching Band Gita Andan Jejama yang berjumlahkan 24 personil sebagai : Juara I (Satu) Tingkat Provinsi dan Juara II (Dua) Tingkat Nasional
– Pembinaan Pemuda melalui Pemuda Pelopor Kabupaten Pesawaran sebagai : Juara I (Satu) Tingkat Provinsi, Juara II (dua) Tingkat Nasional dalam bidang Kepeloporan Inovasi dan Teknologi Pangan.
– Telah Terbentuk BUMD Perseroan Daerah Aneka Usaha Laba Jaya Utama pada Tahun 2017 di Kabupaten Pesawaran yaitu dengan bidang usaha : Pertanian dengan Fokus Pengolahan Kakao. Dan telah disahkannya PERDA Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ketujuh: Optimalisasi Sumber Daya Alam Untuk Kesejahteraan Masyarakat, dilakukan melalui diantaranya:
– Pelaksanaan promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan Luar Negeri; Promosi Dalam Negeri dengan Jumlah Kunjungan wisatawan tahun 2017 sejumlah : 850.852 wisatawan.
– Promosi Pariwisata melalui event Festival Pahawang di ikuti oleh kurang lebih 1500 orang; Fun Diving and Under water photograpfi, yang diikuti oleh 75 orang yang berasal dari: Belanda, Jepang, Philipina, Libya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Palembang, UNDIP, IPB, UNPAD, UI, UNILA; Komunitas fun bike 900 orang ( berasal dari berbagai komunitas sepeda dalam dan luar lampung: Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Timur, Sumatera Selatan, Jogjakarta, Bandung, Jakarta); Penyajian kuliner yang di dukung oleh ISC DPW Lampung (Indonesia Smart Cullinery) yang terdiri dari para chef profesional beberapa hotel ternama Lampung dan di bantu oleh ISC DPP Pusat Jakarta. ISC merupakan binaan dari Kementerian Pariwisata guna memajukan kuliner nusantara.
– Pelaksanaan Promosi dan Pemasaran objek Wisata: melalui kepesertaan dlm Event expo luar propinsi (APKASI, PIP, Batam Kemilau Sumatera), di dalam propinsi Lampung (Lampung Fair, Lampung Expo, Pemilihan Muli Mekhanai Propinsi Lampung (Mekhanai Juara I tingkat Provinsi Lampung,) Harganas, Pembuatan pamflet, leaflet, banner, CD Pariwisata, Baliho Promosi dan Peta Wisata, Promosi melalui media sosial.
– Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat/stakeholder diantaranya: Pengembangan wisata melalui MoU dengan kelembagaan wisata lainya seperti : Asita, HPI; Pembinaan gerakan sadar wisata terhadap masyarakat desa wisata, pemilik dan pengelola homestay dan cottage di pulau pahawang dan desa wisata lainnya; Peningkatan dan pembangunan sarana prasarana pariwisata; pemberian peralatan Snorkling dan pelampung untuk Desa Pulau Pahawang; Pembinaan pemilik homestay dan cottage; Pelatihan SDM Sulam Tapis (MoU 3 tahun dengan BI), Pelatihan SDM oleh BeKraf selama 6 Bulan; Pembuatan master fashion tenun tapis 10 model oleh BeKraf; Pembuatan master tekhang (tekhang model baru) oleh BeKraf.
– Peningkatan dan pembangunan sarana prasarana pariwisata berupa pemberian peralatan Snorkling; kasur; pembangunan Jetty di pulau Pahawang, Jalan rabat menuju objek wisata (Gunung Rejo, Ceringin Asri, Sukarame, Pulau Pahawang), Kios Cindera Mata di pulau pahawang dan desa batu menyan, Toilet dan Pondok Wisata di 5 desa wisata, Tenda Sarnafil, dan Genset.
– Bantuan glass boat (perahu berlantai kaca) untuk desa batu menyan dan desa pulau pahawang dari DKP Prov, Bantuan dermaga apung fiber dalam rangka penambahan jumlah dermaga untuk desa pulau pahawang dari DKP Pov; Pembangunan track mangrove di Desa Batu Menyan dari DKP Prov; Transplantasi Terumbu karang di Pulau Mahitam dari DKP Prov; Pemberian bantuan pelampung untuk para pemilik perahu wisata dari Bank Indonesia; Bantuan tong sampah dari Kemenpar; Bantuan Tong Sampah dari CSR; Pengecatan Dusun Penggetahan Desa Pahawang dari Coca Cola; Bersih bersih pantai dari CSR.
– Aksi Sapta Pesona, Penanaman Magrove Dan Bersih-Bersih Pantai, Aksi penanaman mangrove dalam rangka pengembangan wisata berwawasan pelestarian lingkungan (ecowisata)
– Pelatihan Masyarakat Sebagai Pemandu Wisata dan Pembinaan terhadap Masyarakat Pemilik Perahu di Ketapang.
– Pengelolaan Lingkungan Hidup berkelanjutan diantaranya Pengadaan BIOGAS, Pengadaan Alat pencacah dan Komposter, Pengadaan Kontainer dan Pengadaan Gerobak Sampah, serta melakukan pengawasan perijinan di sector lingkungan hidup di seluruh tempat usaha yang ada di wilayah Kabupaten Pesawaran.
– Penanggulangan Bencana, telah dilakukan Pemetaan Wilayah Potensi dan Rawan Bencana, Pemasangan Rambu jalur Evakusi, dan Pembentukan Desa Tangguh Bencana, serta telah terbentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (SATGAS PB), yang telah di latih oleh BASARNAS LAMPUNG serta Unit Pemadam Kebakaran.
– Telah dilakukan Identifikasi dan Inventarisasi Kerugian Akibat Bencana, Konseling dan Pendampingan Korban Bencana. Sumur Bor untuk Air Bersih, dan Pembangunan badan tanggul sungai (beton waterning wall).
Kedelapan: Mewujudkan Desa Tangguh dan Mandiri, dilakukan melalui diantaranya:
– Program Desa Maju Andan Jejama melalui Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GADIS) merupakan penghargaan kepada desa berprestasi yang ada di Kabupaten Pesawaran, dengan Kriteria berprestasi Tingkat Kecamatan/Kabupaten/Provinsi/ Nasional, Memiliki RPJMDes, RKPDes dan APBDesa, tertib administrasi desa, lunas PBB, Siskamling, Inovasi PKK, melaksanakan siskamling, memiliki BUMDesa yang lengkap secara administrasi terutama dokumen perencanaan usaha BUMDesa dan struktur yang Proporsional serta SDM yang Profesional, bersedia menandatangani pakta integritas.
Bantuan yang diberikan kepada penerima Program Gadis berjumlah 100.000.000 untuk 44 Desa di 11 Kecamatan.
– Penguatan dan Pembinaan Managerial BUMDesa melalui Kegiatan pendampingan, Pembinaan serta peningkatan kapasitas pengurus BUMDes.
– Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan melalui Bantuan Peralatan Pengolahan Kakao, dan Bantuan Bio Flok, dan Bantuan Pembuat Pakan Ikan.
– Pengelolaan Keuangan Desa, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah Mengalokasikan Dana Desa (ADD) dan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) sebesar 10%, sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014.
– Dalam rangka mewujudkan transfaransi dan akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Desa Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah melakukan fasilitasi keuangan desa dan penggunaan aplikasi siskeudes untuk 144 Desa.
– Pada tahun 2016 Desa Hanura Kec. Teluk Pandan berhasil memperoleh juara pertama pada lomba desa tingkat Nasional Regional 1, dan dapat dipertahankan di tahun 2017 oleh Desa Gunung Rejo Way Ratai sebagai Juara Lomba Desa regional 1 di tahun 2017 dan di tahun 2017 selain sebagai juara Lomba Desa tingkat Provinsi Lampung Desa Gunung Rejo berhasil meraih penghargaan lainnya pada Lomba Web Desa dan BUMDes tahun 2017.
– Fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam rangka mendukung Komitmen Kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pekerjaan kita ke depan memang tidak ringan, mengingat ketersediaan sumber daya yang terbatas, permasalahan keterbatasan anggaran yang dimiliki menuntut Pemerintah Daerah untuk melakukan reorientasi dalam kebijakan alokasi anggaran. Kebijakan anggaran belanja yang didasarkan pada money follow priority yang mengedepankan prinsip prioritas dalam penyusunan program pembangunan, dengan target dan sasaran yang jelas sehingga akan memberi dampak positif berganda (multiplier effect).
Kabupaten Pesawaran memiliki potensi fisik kewilayahan berupa pegunungan sampai dengan daerah pesisir pantai yang memberikan keragaman potensi alam. Wilayah yang luas dan ketersediaan lahan memberi peluang untuk dimanfaatkan secara optimal, serta Potensi non fisik berupa sistem religi, sosial dan kegiatan budaya masyarakat yang beragam juga merupakan potensi besar yang layak dikembangkan sebagai kearifan lokal.
Meskipun memiliki potensi yang demikian besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan Kesejahteraan masyarakat yang berujung pada peningkatan kualitas hidup, Pesawaran belum memiliki suatu bentuk Rencana Pengembangan yang bersifat holistic, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kabupaten ini membutuhkan sebuah rencana untuk menentukan Kebijakan, Strategis, Progam dan Kegiatan pengembangan yang berdasarkan data yang valid. Sekalipun sebagian data sudah tersedia di beberapa OPD, namun data tersebut belum mengggambarkan kondisi Pesawaran saat ini. Data yang dibutuhkan adalah suatu yang terbaru atau mutakhir.
Pemutakhiran potensi Pesawaran yang akan dilakukan melalui proses pemetaan secara terperinci yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengolahan potensi yang terstruktur, yang kemudian dapat dikembangkan melalui pemeringkatan dan skala prioritas dalam program yang terintegrasi dan berkelanjutan yang kita butuhkan untuk pemetaan potensi Pesawaran adalah Destinasi Branding Pesawaran, yang akan menjadi guide utama dalam pengembangan Pesawaran sebagai sebuah destinasi penting melalui pengelolaan sumber daya, dan pengembangan produk yang bermuara kepada tata kelola destinasi, sehingga mengundang keterkaitan orang-orang untuk berkunjung, sekaligus para investor untuk berbisnis dan mengembangkan usaha di Pesawaran.
Secara substansial dalam konteks perencanaan jangka panjang dan jangka menengah Kabupaten Pesawaran, terhadap strategi pengembangan potensi sumber daya unggulan Destinasi Branding Pesawaran merupakan satu upaya untuk memfokuskan Program dan Kegiatan yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran 2016-2021, yang menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun 2019,ungkap nya.(Deva)

