Oknum Kepsek Diduga Potong Gaji Honorer

Way Kanan, (PENA BERLIAN ONLINE) – Tidak tahan dengan perlakuan buruk Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kiling-Kiling Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, M. Salih, lima orang honor sambangi Sekda Way Kanan, Senin (9/4/2018).

Kelima honorer ini meminta Pemerintah daerah Way Kanan memberikan sanksi terkait pemotongan gaji yang dilakukan M. Salih yang sudah berlangsung sejak awal kehadiranya menjabat Kepala Sekolah SDN 1 Kiling-Kiling sejak Desember 2016 hingga Maret 2018 kemarin.

Eka Saputra, perwakilan kelima honorer tersebut mengatakan dirinya bersama 4 honor lainya tak kuat karena pemotongan sebesar Rp150.000.

“Disini saya selaku guru study, teman saya Tursila wali kelas II, Permaisuri wali kelas III. Pemaisuri wali kelas IV dan Rodi Putra penjaga sekolah. Untuk gaji guru study 200 ribu per bulan. Wali kelas 300 ribu, penjaga 200 ribu. Sehingga pembayaran gaji triwulan seharusnya yang 200 ribu dibayar 600 ribu dipotong hingga menjadi 450 ribu. Sementara 300 ribu yang seharusnya 900 ribu menjadi 750 ribu,”kata Eka saat tiba di ruang tunggu Sekda Way Kanan, Senin (9/4/2018).

Eka menjelaskan meski mereka selalu mengeluh dengan kepala sekolah terkait adanya potongan itu, Namun bukan kebijakan yang mereka terima melainkan ancaman pemecatan yang selalu mereka dengar.

“Kami sudah tidak kuat lagi, hari ini kami meliburkan diri untuk bertemu dengan Pak Sekda untuk melaporkan keluhan kami,”paparnya. Hal yang sama dikatakan Tursila, ia sudah menghonor sebelum M. Salih menjabat kepsek.

“13 tahun saya bekerja disini tapi baru dijaman dia adanya potongan. Semakin kami ngeluh kepsek malah mengancam pecat. Dan tekahir kami mengeluh Maret kemarin ia mengatakan silahkan mengadu kemana saja ia tidak takut atas adanya potongan gaji tersebut,”pungkasnya. (Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *