Lampung Selatan,(Pena Berlian Online)-Diduga oknum pegawai KSOP Kelas V Bakauheni Lampung Selatan (lamsel) lecehkan penjaga warung makan disalah satu kantin yang ada di Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Terminal Umum Badan Usaha Pelabuhan PT.Bandar Bakau Jaya (BBJ) Desa Bakauheni Muara Piluk Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan.
Kejadian itu bermula ketika oknum pelaku berinisial “H”, memesan makanan kepada penjaga kantin yang berinisial “W” (21), namun makanan yang dipesan pelaku sudah habis. Setelah mendengar jawaban dari penjaga kantin, dari situlah oknum pelaku melakukan pelecehan dengan cara melontarkan perkataan tidak pantas di muka umum kepada remaja wanita penjaga kantin.
Menurut keterangan dari korban, dirinya mendapat perlakuan tidak pantas dari onkum pegawai KSOP yang melontarkan perkataan tidak pantas dan membuat dirinya malu serta merasa direndahkan didepan umum.
“disini kamu tidak usah sombong dan belagu, ingat disini kamu hanya babu. Bokong dan wajah kamu itu, lebih bagus istri saya, banyak wanita di Panjang sana yang lebih bagus dari kamu.”Ujar W, menirukan perkataan pelaku “H””. Selasa,(28/7/2020).
“Dia juga hendak memukul saya tetapi tidak jadi karena saya menutupi wajah saya dengan telapak tangan.” tambahnya
Agar tidak menjadi sepihak, media ini mencoba mengkonfirmasi kebenarannya di kantor KSOP bakauheni tempat oknum tersebut bekerja, selasa, (28/7/2020), namun H, tidak ada dan hanya bisa bertemu Feri, salah satu staf di kantor KSOP.
Feri mengatakan, bahwa dirinya sudah menghubungi yang bersangkutan untuk duduk bersama korban dan perwakilan keluarga korban guna mempertanggung jawabkan permasalahan tersebut.
“Tadi sudah kita hubungi beliau (H_red) untuk segera bertemu korban serta keluarga orban agar permasalahan ini cepat selesai. Kita juga sudah menyampaikan kepada pimpinan terkait permasalahan itu dan pimpinan memerintahkan saya untuk memediasi kedua belah pihak”.
“Untuk waktu dan tempat nya nanti kita hubungi. Semoga permasalahan ini cepat diselesaikan secara kekeluargaan dan jangan sampai berlarut-larut”. Tutup feri (*/wan)

