Bandar Lampung(PBO)- Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti perkara sampah plastik dan limbah di Teluk Lampung. Ia pun berharap kepada pemerintah daerah dan kepada Gubernur lampung khusus Nya agar segera bisa ditangani secara benar, sehingga tidak sampai ke laut.
“Saya titipkan kepada gubernur Lampung, Pak Ridho dan seluruh jajaran pemerintah untuk sama-sama membangun maritim. Negara kita juga terdiri dari kepulauan, harus menjaga laut dari sampah-sampah,” kata Luhut usai menjadi Keynote Speech Seminar Nasional dan Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XIX di Swiss Belhotel Bandarlampung, Kamis (19/10).
Ia menguraikan, sampah terutama plastik berdampak bagi kesehatan generasi mendataang. Karenanya, Luhut meminta agar Teluk Lampung perlahan harus bebas dari sampah. “Kita menargetkan pada 2025 bisa mengurangi hingga 70 persen sampah plastik di laut. Jadi saya titip agar penanganan sampah masyarakat di darat ditangani secara benar agar tidak sampai ke laut,” ungkapnya.
Hingga kini, sambung Menteri, Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia yang terbanyak membuang sampah laut. “Ada 16 persen sampah plastik dari total volume sampah yang terdapat di laut. Ini berbahaya. Karena jika ikan di laut memakan plastik, lalu ikan tersebut dimakan manusia akan timbul banyak penyakit,” kata Luhut.
Menurutnya, Teluk Lampung tidak akan bebas sampah plastik sepanjang penanganan sampah oleh pemda belum baik. Oleh karena itu, harus jadi perhatian serius. “Sampah plastik ini bermuara ke laut. Sampah botol dicari orang, tapi sampah plastik tidak bernilai ekonomis,” jelasnya (red)

