Mengakui Kesalahan, Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Kabupaten Mesuji Semakin Kuat

Mesuji ( Pena Berlian Online0)- Dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Desa ( DD) dan penyalahgunaan wewenang  jabatan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Tenaga Ahli ( TA ) serta  pihak Suplayer seragam SDGs Desa dan Satgas Covid-19, semakin kuat. Bahkan tindakan ini sudah mengarah tidak pidana Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) yang bertujuan untuk mencari keuntungan memperkaya diri.

Dugaan kuat ini, bermula dari pengakuan dari orang yang mengatasnamakan dari pihak  Suplayer pemilik Rifqi Cloth Design Concept, bernama Iwan Trisanto.  Secara tiba-tiba  Iwan Trisanto menghubungi kantor redaksi media ini yang bertujuan mengklarifikasi. Namun pada beberapa percakapan maksud dari narasumber mengarah untuk berdamai alias minta pemberhentian pemberitaan.

“Mohon bantuan nya sama bapak, kebijakan dari bapak, sama-sama kita saling membantu pak, insha Allah kami bisa bantu bapak,” ujar  Iwan Trisanto pada Kamis (15/7/2021), melalui pesan WhatsApp dengan Nomor : 0852-8187-xxxx.

Bahkan ironisnya dari pihak Suplayer pemilik Rifqi Cloth Design Concept, bernama Iwan Trisanto meski menjual barang yang menggunakan anggaran dana desa yang notabenenya uang rakyat ratusan juta mengaku tidak memahami aturan dan hukum.

“Siap bapak, sukses selalu bapak, mohon maaf apabila kami ada salah, karena kami tidak paham itu pak, terkait aturan undang-undang (UU), kami hanya menawarkan proposal lalu produksi kaos sesuai pesanan desa,” ujar Iwan Trisanto.

Iwan Trisanto juga mengakui akan kesalahan serta perbuatan yang telah dilanggarnya serta menyampaikan permohonan maaf kepada pihak redaksi media ini. seraya memohon untuk cari jalan keluar yang terbaik. namun pihak redaksi menolak karena diluar wewenang serta tupoksi selaku media.

“Mohon maaf apabila kami ada salah atau ada yang dilanggar pak, kami hanya menawarkan ke desa, melalui proposal yang kami sampaikan langsung ke desa. Bisakah untuk jalan keluar yang lebih baik pak ,” ungkap Iwan Trisanto.

Terpisah, Seperti Pada Pemberitaan Sebelumnya :

Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (MD-PDTT), Abdul Halim Iskandar, di Kabupaten Mesuji, diduga kuat ada sejumlah oknum Tenaga Ahli ( TA ) dan sejumlah  pejabat terkait serta pihak Suplayer seragam SDGs Desa dan Satgas Covid-19 diduga memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi alias memperkaya diri.

Terbongkarnya masalah ini, berawal dari pengakuan dari sejumlah narasumber yang minta dirahasiakan identitasnya mengaku ada sejumlah tenaga ahli (TA) di Kabupaten Mesuji yang bermain jadi Suplayer seragam SDGs Desa dan Satgas Covid-19, inisial ( ES) dan (AH) serta disinyalir bekerjasama dengan pihak  Suplayer seragam.

“ES adalah TA Kabupaten Mesuji, dia berperan ngesub/suplayer pengadaan Baju seragam satgas Covid-19 dan seragam Pokja Pendataan SDGs Desa di desa yang biayai semua kegiatannya oleh Dana Desa,”ungkap narasumber yang minta dirahasiakan identitasnya pada (14/7/2021).

Narasumber menjelaskan, ES terhitung hingga saat ini menjabat sebagai koordinator  kabupaten (Korkab) Mesuji. Narasumber mengaku  khawatir Kabupaten Mesuji akan tambah rusak, oleh perbuatan sejumlah oknum TA tersebut.

Berdasarkan keterangan narasumber pula, ES mematok harga pengadaan Baju seragam satgas Covid-19 dan seragam Pokja Pendataan SDGs kepada  pihak Desa hingga Rp11 juta/desa.

“Untuk baju seragam satgas Covid-19 di anggarankan mencapai Rp 6 juta  dan untuk seragam Pokja SDGs yakni Rp5 juta. Di Kabupaten Mesuji ada 7 kecamatan dan 105 desa,” beber Narasumber.

Dia juga menceritakan, bukan hanya ES, bahkan AH juga yang bertugas sebagai TA kabupaten setempat diduga ikut serta memanfaatkan  dana desa disituasi Pandemi Covid-19.

“Kemudian atas Nama  Tenaga Ahli (AH), juga berperan untuk ngesup buku administrasi. Bahkan AH terkesan memaksa kepada seluruh kepala desa  untuk membeli buku administrasi yang ia jual secara pribadi,” tambah narasumber. Untuk harga untuk pembelian buku AH mematok harga sejumlah Rp1,5 juta/desa,” katanya.

Narasumber berharap kepada pemerintah pusat terkait yakni, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (MD-PDTT) agar secepatnya turun untuk mengusut kejadian tersebut.

“Saya berharap pemerintah pusat BPSDMPDTT Kemendesa PDTT segera ambil sikap, Karena di Kabupaten  Mesuji sudah sangat meresahkan. Karena  akibat perbuatan oknum tersebut banyak  aparat desa yang menentang,  dan banyak kades-kades pada rebut,” ujarnya.

Terpisah, Tenaga Ahli (TA) inisial (ES) saat dikonfirmasi secara terpisah dirinya mengelak jika melakukan perbuatan tersebut. Bahkan dia mengaku saat ini sedang sakit.

“Assalamu’alaikum pak ustadz mohon maaf sebelumnya, saya lagi isolasi mandiri karena sakit lumayan, terkait dugaan suplayer kaos sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menjadi suplayer dalam pengadaan kaos. Sekali lagi mohon maaf pak ustadz,” ujarnya melalui pesan WhatsApp nomor, 02186523xxxx pada (14/7/2021).

Sementara itu, AH saat dikonfirmasi terkait jual buku adminitrasi juga mengelak dan tidak benar. Namun anehnya dia mengatakan sudah ada pihak memberitakan dan sudah clear.

“Mohon maaf sebelumnya pak, Ijin menyampaikan klarifikasi dari berita dan sumber temuan dari bawah dimaksud tidaklah benar adanya dan kemaren juga kami sudah ketemuan dengan pihak Media lainnya, dan hasilnya sudah clear,” ujar AH pada (15/7/.2021) singkat. Edisi mendatang media Duta Lampung Online akan bongkar keterlibatan dari pihak oknum  Suplayer seragam.

Redaksi Media Pena Berlian dalam waktu dekat akan melayangkan surat konfirmasi tertulis kepihak satgas dana desa dan polda serta kajati Lampung untuk minta tanggapan terkait berita tersebut…..Bersambung…(Tim)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *