Mojokerto,Jawa Timur(Pena Berlians Online)-Dengan memakai t-shirt berwarna hitam dipadu dengan bawah hitam, para Mahasiswa menyampaikan pesan moral yang ditujukan kepada Pemerintahan Jokowi dengan cara Teatrikal bertema “September Hitam”. Kamis (29/09/2022)
Pemerintah saat ini tidak konsisten dalam menjalankan program kerjanya dan tidak pro kepada rakyat
terutama rakyat kecil. Kurang lebih 150 Mahasiswa dengan memakai baju warna hitam yang identik dengan rasa duka yang sangat mendalam,untuk menyampaikan pendapat atas kebijakan-kebijakan dari Pemerintah yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat kecil.
Dengan cara Teatrikal yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Islam Mojopahit agar bisa membuka mata hati nurani para pejabat Pemerintahan untuk peduli kepada rakyat kecil.
Teatrikal dilakukan tepat pukul 15.45 wib di depan kantor Walikota Mojokerto berdampingan dengan kantor DPRD Mojokerto jln. Gajah Mada no.145.Mojokerto 61314,sebagian dari Mahasiswa membentangkan poster yang bertuliskan “Menolak untuk lupa”, “Usut tuntas pelanggaran HAM”, “Turunkan BBM”, “Reformasi Dikorupsi”.
“Tujuan dari teatrikal “September Hitam” adalah untuk memperingati dan menolak untuk lupa akan kejadian “September Hitam”,yang mana telah terjadi tragedi Semanggi 1,Semanggi 2,Trisakti, Tanjung Priuk ,Pembunuhan Munir bahkan 13 Mahasiswa hilang pada waktu itu,” tegas Dicky Rahmawan selaku Presiden Mahasiswa Universitas Islam Mojopahit.
“Terlalu banyak unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa di mana-mana,tapi Pemerintah sepertinya menutup mata,menutup telinga,”papar warga yang melihat Teatrikal tersebut.(Ed’s)

