JAKARTA (PBO) — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWDPI, M. Nurullah RS, menyampaikan duka cita mendalam serta ajakan bersatu mendoakan korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan serta lahan yang melanda Kalimantan.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah gempa yang mengguncang NTT, meruntuhkan bangunan, dan melukai warga. Di saat yang sama, Kalimantan juga sedang berjuang melawan kebakaran hutan yang mencekam, mengancam ekosistem dan tempat tinggal warga. Dua bencana di dua tempat berbeda, namun sama-sama menyakitkan hati rakyat Indonesia,” ujar M. Nurullah RS, Minggu (23/8/2026).
Ketum PWDPI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak membiarkan penderitaan saudara di NTT dan Kalimantan berjalan sendirian. “Doa adalah kekuatan pertama yang harus kita panjatkan. Semoga yang meninggal diterima di sisi Tuhan, yang luka segera sembuh, dan yang kehilangan diberikan ketabahan serta pertolongan yang cepat,” tegasnya.
Selain doa, M. Nurullah RS juga mengimbau jajaran PWDPI di seluruh Indonesia untuk turut bergerak menggalang bantuan — baik berupa dana, logistik, maupun dukungan moral — bagi warga yang terdampak. “Persatuan kita bukan hanya di saat suka, melainkan justru di saat duka. Bantu saudara kita di NTT dan Kalimantan semampu kita. Tidak ada yang terlalu kecil untuk dikorbankan demi sesama anak bangsa,” tambahnya.
PWDPI juga meminta pemerintah pusat dan daerah mempercepat penanganan pascabencana, memastikan pengungsian aman, kebutuhan warga terpenuhi, serta upaya pencegahan kebakaran diperketat agar tidak meluas ke wilayah lain.
“Kita berdiri bersama NTT, kita berdiri bersama Kalimantan. Bangsa Indonesia tidak akan membiarkan sebagian anak bangsa terpuruk sendirian. Semoga bencana ini menjadi pengingat untuk semakin erat bersatu dan saling menguatkan,” pungkas M. Nurullah RS. (*).

