Ketum Jarmas, Meminta Bawaslu Tindak Tegas Adanya Dugaan Oknum Kepala Desa Budidaya Yang Terlibat Dalam Politik Praktis

LAMPUNG SELATAN, penaberlian.com – Bak bola salju, ketua umum organisasi masyarakat Jaringan Generasi Indonesia Emas (Jarmas) soroti adanya oknum kepala Desa yang diduga terlibat dalam praktik politik di Lampung Selatan. Sabtu (05/10/2024).

Ridwansyah Yusuf selaku ketua umum Jarmas, sayangkan adanya oknum kepala desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, yang sosialisasiakn salah satu calon Bupati Lamsel.

“Selaku ketua Jarmas menyayangkan apa yang sudah dilakukan oleh pihak kepala Desa dan Sekretaris Desa Budidaya, kecamatan Sidomulyo, mereka selaku pejabat kepala Desa dan sebagai aparatur Desa semestinya memahami tentang larangan akan keterlibatan mereka pada kontestasi politik praktis,” ucapnya.

Iya juga menekankan, agar Bawaslu Lamsel bisa segera menindak lanjuti adanya dugaan praktik politik yang di lakukan oleh oknum kepala Desa di Kecamatan Sidomulyo.

“Saya berharap dugaan ini yang disertai dengan bukti – bukti yang ada segera dilaporkan dan kepada pihak yang berkompeten khususnya Bawaslu untuk segera menindak lanjuti atas kejadian seperti ini,” harapannya.

Diberitakan sebelumnya, Lagi dan lagi terjadi ramai di perbincangkan masyarakat, seorang oknum Kepala Desa sosialisasikan salah satu pasangan calon Bupati Lampung Selatan (Lamsel), padahal ada larangan-larangan seorang kepala Desa untuk berkampanye ataupun ikut serta berpolitik praktis.

Larangan berpolitik praktis kali ini di lakukan oleh Aan Kurniawan selaku kepala Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lamsel, Rekaman audio yang beredar tersebut berdurasi 1 menit 31 detik.

“Kita sama-sama membangun desa kita lebih baik, ayo sama-sama menangkan pak Anton, mohon maaf mba bukan masalah duit lah kalo saya mau cari duit ya Demi Allah, Demi Rasulullah kalo saya mau nyari duit gampang iya. Saya mau desa saya ini maju pengen jadi ada perubahan, benerin jalan kayak apa itukan butuh hubungan gitu lho. Hubungan emosional ibaratnya Masgio dengan pak Anton itu dari dulu terbangun gitu lho, paling engga kalo ada tindak jalan paling gak masih di pikirkan gitu lho,” ucap Aan Kurniawan melalui telepon ke salah satu warga.

“Kayak kemarin berobat mohon maaf karena pak Anton juga gitu lho, jadi apapun iya ibaratnya saya bukan bales jasa ya. Ya disaat itulah kita membales jasa seseorang gitu lho kalo ama duit gak ada nilainya itu, antara jasa dengan duit antara jasa budi dan duit itu tidak ada nilainya, lanjutnya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *