Bandar Lampung ,(Pena Berlian Online)- Kantor Pos yang berlokasi di Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung dibobol maling, Rabu (22/7) dini hari.
Pantauan Lampung Geh pada saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Inafis Polresta Bandar Lampung sudah berada di lokasi untuk mencari jejak yang ditinggalkan oleh pelaku.
Kepala Cabang (Kacab) Kantor Pos Ratu Dibalau, Agung Puji (34), saat diwawancarai mengungkapkan jika baru mengetahui kantornya dijebol saat ia tiba di lokasi.
“Datang jam 07.45 WIB, itu pintu udah kebuka,” ungkapnya saat diwawancarai Lampung Geh, Kamis (23/7).
Agung menuturkan bahwa kantornya ini disatroni oleh pelaku hingga beberapa barang berharga yang terdapat di dalamnya raib.
“Kehilangan brankas isi materai, prangko, dan uang kembalian Rp 300 ribu,” jelas dia.
Biasanya Kantor Pos yang masih di wilayah ruko Pasar Way Kandis ini pada malam hari selalu dijaga oleh petugas pengamanan.

“Kalau malam (dijaga) pakai security ruko, iuran Rp 100 ribu per bulan. Security-nya memang jam 4 (subuh) masih di sini, katanya aman,” paparnya.
Agung memperkirakan jika kantor tempatnya bekerja ini dibobol pada dini hari, namun ia tak dapat memastikan kapan waktu pastinya.
“Kejadiannya gak tahu, perkiaraan jam 12-an sampai jam 2-an kejadian. Karena ini warung-warung ini jam 11 tutup,” ungkap Agung.
Sudah dilengkapi pengaman tambahan
Kantor Pos Ratu Dibalau ini sudah dilengkapi pengaman tambahan berupa gembok pada rolling door-nya.
“Biasanya ada gembok 2, pas saya datang gemboknya udah gak ada dan kebuka. Pintu kacanya juga sudah kebuka,” kata dia.
Melihat pintu sudah terbuka, Agung yakin jika kantornya tersebut telah disatroni oleh maling.
“Saya sudah yakin ada yang masuk ini,” ucapnya.
Padahal Kantor Pos ini sudah dilengkapi kamera pengawas pada bagian luar pintu, namun Agung menyebutkan jika CCTV itu tidak berfungsi.
“CCTV-nya sudah rusak,” kata Agung.
Dirinya menjelaskan jika jam operasional Kantor Pos Ratu Dibalau ini buka pukul 07.30-15.00 WIB.
“Buka jam setengah 8, tutup pelayanan jam 3 (15.00 WIB). Kalau tutup kantor jam 5 (17.00 WIB),” jelasnya.
Atas peristiwa, pihaknya mengalami kerugian hingga mencapai Rp 9 juta. “Total (kerugian) Rp 8-9 juta,” pungkasnya.(Rilis)

