Kadis Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi: Anak Yatim Korban Covid-19 Capai 792 Orang

BANDAR LAMPUNG (PBO) – Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, dinsos mencatat jumlah anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 per Selasa (14/9/2021) mencapai 792. Dari jumlah itu terbanyak di Lampung Tengah yakni 180 anak, Lampung Timur 168 anak, dan Pringsewu sebanyak 96 anak.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, jumlah itu masih terus bertambah, seiring masih belum selesainya penyebaran Covid-19 di Lampung. “Data ini berasal dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota seluruh Lampung dan sudah kami laporkan ke Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial,” kata Aswarodi, Kamis (16/9/2021).

Dari data tersebut, sebanyak 377 anak berjenis kelamin laki-laki dan 415 perempuan. Kemudian yang ayahnya meninggal tercatat 355 dan ibunya meninggal 415. Sedangkan ayah dan ibunya meninggal atau yatim piatu tercatat 22 anak.

Data Anak Korban Covid-19 Lampung
1. Lampung Tengah (180)
2. Lampung Timur (168)
3. Pringsewu (96)
4. Tulangbawang Barat (66)
5. Tulangbawang (52)
6. Pesawaran (47)
7. Lampung Barat (43)
8. Mesuji (40)
9. Tanggamus (33)
10. Bandar Lampung (23)
11. Lampung Selatan (15)
12. Pesisir Barat (14)
13. Metro (6)
14. Lampung Utara (6)
15. Way Kanan (3)

Pemerintah melindungi anak-anak, termasuk anak yang terdampak pandemi Covid-19, melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2021. Perlindungan kepada anak-anak pada masa pandemi Covid-19 tidak hanya proteksi kesehatan, melainkan juga upaya untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mereka.

Mengutip PP tersebut, anak didefinisikan berusia di bawah 18 tahun, termasuk yang masih berada dalam kandungan. PP Perlindungan Khusus bagi Anak tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada 10 Agustus 2021 dan diterbitkan atas dasar dua kebutuhan, yakni sosiologis empiris dan yuridis.

Dari perspektif sosiologis empiris, ada situasi dan kondisi tertentu yang membahayakan diri dan jiwa anak, di mana negara perlu hadir untuk menjamin masa depan mereka. Termasuk di antaranya anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang dieksploitasi baik secara seksual maupun ekonomi, anak yang menjadi korban perdagangan, dan kondisi-kondisi khusus lainnya. (rls/amuri)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *