Kabid Sapras Pendidikan Pesawaran, Hairul Anwar Diduga Jarang Masuk Kantor

Pesawaran ( Pena Berlian Online)- Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran,  Hairul Anwar, diduga kuat jarang ada di kantor.

Bahkan bersdasarkan pantauan, media Duta Lampung, Kabid Saspras  Hairul sudah ada sekitar tiga bulan tidak berada di kantor. Diduga kuat dirinya sengaja tidak berada dikantor dikarenakan menghindari para awak media dan LSM.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah staf  bawahannya mengeluhkan karena terhambatnya pelayanan publik yang ada pada bidang tersebut.

“Gimana kami mau bekerja, mau foto copy saja susah. Padahal ini urusan sepele, ini kan gara-gara kabid kami gak pernah masuk, kalau abang mau lebih jelas bisa tanyakan pada beberapa staf di bidang Sapras lainnya,”ujar salah satu narasumber yang tidak ingin ditulis namanya.

Narasumber menambahkan, akibat Kabid Sapras jarang ada dikantor berdampak buruk pada pekerjaan yang ada.

“Semenjak dilantik dia itu jarang ngantor, gimana mau menjalankan tugas dengan baik,mau koordinasi mengenai pekerjaan dan urusan surat menyurat saja kami kesulitan. Sementara kami gak tau dia itu kemana,”keluh narasumber.

Ditemui secara terpisah, Seketaris Pendidikan setempat, Drs,Yahtar saat dimintai tanggapan terkait masalah tersebut  membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan jika Kabid Sapras memang jarang  berada dikantor karena banyak kegiatan di luar.

“Dia itu tidak masuk kantor karena ada dinas luar tapi bukan gak pernah masuk, tapi banyak kerjaan di luar,”elaknya, saat dikonfirmasi pada ( 10-11).

Yahtar juga membantah tudingan terhadap Kabid Saspras tidak masuk kantor dikarenakan lagi bagi-bagi proyek di luar dinas.

“Beliau kemarin barusan keluar dari rumah sakit, bukan unsur disengaja dan ada izinnya,bukan lagi bagi-bagi proyek, gak ada itu. Nanti akan saya sampaikan pada Kabid Safras,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Drs,H Fauzan Suadi,MM, saat dimintai tanggapan masalah tersebut, mengatakan  jika Kabid Sasfras selalu masuk kantor tapi hannya sampai di Gedongtataan.

“Siapa Bilang Kabid Sapras, Hairul Anwar tidak  masuk, dia itu masuk kantor tapi jarang sampai ke Dinas melainkan hannya sampai ke Gedongtataan,”ungkapnya.

Menurut Kadis Fauzan, terpaksa dilakukan oleh Kabid Sasfras ngantor tidak sampai kedinas melainkan hannya di Gedongtataan dikarenakan tidak nyaman terlalu bannyak tamu yang datang dan di uber-uber.

“Dia ngantor hannya sampai di Tataan saja, karena ia di uber-uber terus dan tidak bisa kerja kalau dia di kantor, sehingga dia seolah-olah merasa tidak aman,”ungkap Kadis Fauzan.

Karena Tamu nya kan Banyak Jadi Tidak Bisa Kerja,dan juga Kabid Sapras selalu Banyak di lapangan Ketimbangan di kantor,Terkadang Saya Pun Kalau Mengerjakan Pekerjaan Kebanyak kan di Luar Karena Kalau di kantor Waktu nya Habis Ngeladeni Tamu,Jelas fauzan.

Ditemui terpisah pula,  Kepala Badan Kepegawai Daerah (BKD) dan Infektorat saat ingin dimintai tanggapan hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan.

Atas kejadian tersebut, sejumlah elemen masyarakat saat dimintai tanggapan mengecam keras atas dugaan pelanggaran disiplin Pegawai Negri Sipil (PNS) yang dilakukan oleh Kabid Sasfras.

Mereka menduga jarang nya Kabid Sasfras berada dikantor dikarenakan menghindari para awak media dan LSM mengingat saat ini sedang dilakukan tender proyek yang ada dibidangnya.

 “Ini kan sebentar lagi tender proyek, informasinya sih dia di luar sana lagi ngebagi proyek kepada orang-orang yang memang sudah ditunjuk,” ujar salah satu anggota LSM yang enggan ditulis namanya.

Bahkan saat awak media Duta Lampung sedang mendalami kasus tersebut, mendapat tekanan dari sejumlah oknum yang  diduga kuat sebagai pengaman dinas setempat.

“Sudah lagi kamu jangan angkat berita itu,”ujar salah satu oknum yang dirahasiakan idetitasnya.(Deva).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *