Aksi yang diikuti oleh puluhan wartawan lintas media, baik cetak, elektronik, online juga mendapat dukungan dari organisasi wartawan dan organisasi profesi.
Muhammad Moeslim, tim advokadi AJI Palembang mengatakan, Jurnalis adalah profesi terhormat oleh karenanya dirinya dan teman-temannya memilih profesi Jurnalis. Hadirnya wartawan merupakan mitra bagi kepolisian untuk menjaga kestabilan dan ketenangan masyarakat.
“Tentunya teman-teman memberikan ketenangan kepada masyarakat, disana kondisi sudah aman. Dan pastinya kepercayaan publik kepada Polri tetap kuat karena beragam prestasi ungkap kasus kita selalu update informasikan. Tetapi profesi mulia itu dihina, pastinya kami dari AJI menyayangkan dan mengecamnya,” sesalnya.
Koordinator Lapangan Jian Pier Papin mengatakan aksi solidaritas yang dilakukan para awak media yang ada dikota Palembang hari ini adalah bentuk solidaritas sesama rekan satu profesi.
“Untuk itu kami menuntut bapak Kapolri agar memberikan sanksi kepada Kapolres Way Kanan karena telah melecehkan dan menghina profesi wartawan dengan menyamakan profesi wartawan sebagai kotoran hewan,” katanya.
Lebih lanjut disampaikannya, media merupakan mitra dari semua kalangan termasuk Polri jadi media tugas sangat mulia tidak pantas untuk dihina apalagi dilecehkan.
“Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dimana pun apalagi penghinaan tersebut dilakukan oleh seorang Kapolres,” ungkapnya.
Penghinaan ini terjadi saat kegiatan penertiban aksi antara massa pro dan kontra angkutan batu bara di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Blambangan Umbu, Minggu 27 Agustus 2017. Dari rekaman yang beredar di awak media, Budi mendiskreditkan media cetak.
Dia menyebut, di era sekarang masyarakat lebih suka membuka situs media online ketimbang membaca media cetak. Apa lagi, media cetak di daerah.
“Kalau gua tuh udah enggak butuh sama wartawan jujur saja, yang baca koran hari ini itu siapa? Apalagi koran lu Lampung kelas cacingan gitu. Orang baca itu detik. Follower lu berapa? Lu mau tulis gua kaya apa pun silakan. Buktinya gua ditulis kayak gitu juga tidak ada yang lihat gua,” kata Budi dalam rekaman tersebut.
Tak sampai di situ, Budi menyatakan tidak membutuhkan publikasi media. Bahkan, dia menyatakan saat ini masyarakat lebih doyan menonton televisi yang menyajikan film layar lebar termasuk porno.
“Lu bangun tidur bacanya apa? WA (Whatsapp) kan? Mana ada yang baca koran lagi sekarang, sudah tutup semua kok koran itu. Nonton tv (televisi) juga banyak yang nonton tv. Orang pada nonton HBO, nonton bokep. Ngapain nonton berita?,” ujarnya.
Terakhir, dalam video itu terdengar Budi menantang wartawan yang berada di lokasi untuk menyebarluaskan pernyataannya kepada seluruh wartawan. “Kasih tahu wartawan yang lain. Mau serang, serang gua lah, gua tunggu benar di sini,” ucap dia(rls)

