GOR dan Stadion Kebanggaan Masyarakat Tuba Terbengkalai

TULANGBAWANG (PBO) – Miris melihat keadaan kondisi fisik Stadion dan Gor Tiuh Tohou yang dibangun dengan nilai ratusan juta kini terbengkalai seperti tidak terurus, hal ini terlihat terkesan kumuh layak gedung tak berpenghuni padahal keduanya merupakan aset kebanggaan masyarakat Tulangbawang.

Di tengah hiruk pikuknya pembangunan dengan penuh nawacita keberhasilan yang selalu ditonjolkan Kabupaten Tulangbawang berbanding terbalik dengan aset yang dibanggakan salah satunya Stadion dan Gor Tiuh Tohou.

Dapat kita lihat dari kondisi fisik mulai sisi tribun penonton yang sudah kusam tidak pernah diberikan penyegaran, Bench/tempat duduk pemain cadangan yang sudah hancur tidak ada bentuk, fasilitas toilet yang kotor sampai kelantai II dan memasuki lantai III tempat komentar berbicara pada saat digelar sebuah pertandingan atap dinding nya sudah hancur sejak tahun 2018 hingga kini tidak kunjung diberikan perhatian khusus.

Sementara ditahun 2019 mendapatkan Dispora kabupaten setempat mendapatkan kucuran dana dari APBD dengan nomor rekening 2.13.2.XX.XX.XX kegiatan untuk program peningkatan sarpras olahraga. Dengan pagu nilai Rp.308.XXX.XXX.

Dana tersebut terpisah dari mata anggaran adum yang sebelum perubahan tahun 2019 anggaran tersebut sebesar Rp.67.XXX.XXX pada saat APBD perubahan mendapatkan nilai tambah sarpras kegiatan sebesar Rp.365.XXX.XXX.

Ketika dikonfirmasi diruang kantornya beberapa waktu yang lalu Kepala SKPD mengataan, kita sudah mengajukan permintaan penyegaran selama dua tahun terakhir, pada tahun 2019 dari pihak PU sudah melakukan pengukuran tetapi malah terkena Rasionalisasi keuangan yang tidak ada, dampak dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ditarik pada saat itu dan pada tahun 2020 ini pun begitu sudah dilakukan pengukuran oleh PU kembali gagal karena Covid-19.

“Saya sudah berusaha memfoto dan menyerahkan kepada dinas PU agar dapat dilakukan penyegaran, dan disini kita tidak membahas tentang DAK ya. Tapi APBD,” kata dia kepada penaberlian.com Rabu (23/12/2020)

Disisi lain, Ketua LSM Cakra Institut mempertanyakan mengapa dianggaran sarpras tersebut ada nilai tambah, sementara jawaban kadis tidak ada, lalu dialokasikan kemana anggaran tersebut, akan telusuri lebih lanjut.(Mcr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *