Geger, Anak Kandung Gorok Leher Ayah Hingga Terpisah dari Badan

LAMPUNG TENGAH (PBO) – Warga Dusun 8 RT 12 Kampung Sendangrejo Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampungtengah digegerkan dengan peristiwa berdarah seorang ayah meregang nyawa akibat lehernya putus terpisah dengan badan lantaran digorok menggunakan golok oleh anak kandung sendiri. Peristiwa menyayat hati itu terjadi pada Senin (22/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelaku Kukuh Priowaskito (KP) (25) yang notabene anak kandung

Pelaku Kukuh Priowaskito (KP) (25) yang notabene anak kandung kini telah diamankan di Polsek Kalirejo beserta sebilah golok dan motor sebagai barang bukti (BB).

Sementara korban Selamet R (SR), langsung dilarikan ke RS Kartini Kalirejo untuk dilakukan otopsi dan selanjutnya dikebumikan di Pemakaman Umum Kampung Sendangrejo.

Hasil keterangan yang kami himpun, pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terhitung sejak November 2020 lalu. Hal ini dibenarkan oleh Ningsih (NS) selaku ibu kandung pelaku.

Menurut keterangan NS, kejadian tersebut tidak terduga. Awalnya KP hendak mengasah golok di tempat kawannya, namun oleh SR disarankan agar KP mengasah golok di rumah sendiri karena batu pengasahan miliknya juga bagus dan cepat tajam. Seketika KP tersinggung dan langsung menggorok leher ayahnya menggunakan golok dari arah belakang hingga putus, sedangkan posisi SR sedang duduk dikursi panjang/risban di teras rumah belakang.

Waktu kejadian menurut NS, dirinya sedang mandi di kamar mandi tak jauh dari TKP, mendengar kegaduhan NS keluar dari kamar mandi dan sog melihat kejadian tersebut. NS langsung berlari keluar untuk meminta tolong kepada tetangganya.

Menurut kesaksian warga, KP sempat membawa potongan kepala ayahnya keliling kampung menggunakan motor dengan cara memasukan potongan kepala ke dalam karung.

Tak butuh waktu lama setelah menerima laporan dari warga Kapolpos Sendangagung, Omri Situmorang langsung beranjak ke TKP dan berhasil menangkap pelaku dikediamannya tanpa perlawanan.

Kepala Kampung Sendangrejo Khotini, membenarkan bahwa pelaku KP merupakan ODGJ. “Sebelum terjadi peristiwa itu, KP sering bertingkah aneh. Bahkan acap kali mengamuk dan mengancam anggota keluarga”, terangnya.

Sementara Ponirin, petugas kesehatan Puskesmas Sendangagung mengaminkan bahwa KP adalah pasien ODGJ sejak November 2020 lalu. (Amin Ma’ruf)

Editor: Mancar

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *