Lampung Utara ( Pena Berlian Online) – Oknum Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbut), Kabupaten Lampung Utara ( Lampura ), Suandi, S.Pd,.MM, diduga kuat terlibat korupsi bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), pada Tahun 2017, senilai Rp16,4 miliar.
Terungkapnya kasus tersebut, berawal dari pengakuan, dari sejumlah kepala sekolah yang minta dirahasiakan idetitasnya. Mereka mengakau diminta setoran oleh pihak Disdikbud setempat antara 12-15 persen dari nilai proyek yang diterima.
Modusnya, menurut pengakuan sejumlah kepala sekolah mereka sebelumnya dikumpulkan terlebih dahulu di dinas pendidikan. Saat dikumpulkan itulah masih kata mereka, pihak dinas meminta agar semua kepala sekolah yang menerima bantuan DAK harus setor sejumlah 12-15 persen dari nilai proyek yang diterima.
“Sebelumnya kami setor uang, kami dikumpulkan terlebih dahulu di kantor dinas bang. Dikantor dinas itulah kami diberitahu jika yang menerima bantuan DAK wajib setor antara 12-15 persen,”ungkap salah satu kepala sekolah penerima DAK yang enggan ditulis namanya.
Narasumber juga mengungkapkan, pihak pejabat dari dinas yang langsung mennyampaikan terkait setioran tersebut yakni, Kasi Saspras Oman Komarudin, SE, dan Kasidikdas yaitu, Dian Ratna Hapsari.
“Yang minta setoran langsung yaitu bapak Oman Komarudin dan ibu Dian Ratna Sari,”beber narasumber.
Terpisah, Kasi Saspras Disdikbud setempat, Oman Kamarudin saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut tidak mengelak. Justru dirinya mengakui jika telah menerima setoran dari sejumlah kepala sekolah penerima bantuan DAK pada Tahun 2017 lalu. Namun Omna Kamarudin mengisyaratkan jika dia hannya melaksanakan perintah dari atasannya.
“Memang benar mas ada setoran segitu, tapikan saya ini namanya bawahan mas, tapi saya inikan punnya atasan,”aku Oman Kamarudin, belum lama ini kepada awak media Pena Berlian Online.
Ditemui secara terpisah pula, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lampung Utara, Suandi, S.Pd,.MM, untuk dimintai tanggapan masalah tersebut yang diduga melibatkan dirinya, justru meminta kepada awak media ini agar kasus ini jangan diberitakan.
“Tolonglah masalah ini jangan diberitakan, saya ini sebentar lagi mau pensiun, inikan tahun politik,”harapnya.
Dugaan kuat jika dirinya terlibat, saat kru media ini terus mengajukan sejumlah pertannyaan, justru Oknum kepala dinas tersebut menawarkan sejumlah imbalan berupa uang, kepada kru pena berlian, namun tawaran tersebut ditolak.”Ya udah nanti saya kasih uang buat kalian,”pungkasnya. (Salman).

