BOGOR,(PENA BERLIAN ONLINE)_Lagi-lagi dunia pers Indonesia ditorehkan catatan kelam. Payung duka menyelimuti insan pers di Indonesia. Bagaimana tidak, kabar meninggalnya salah satu wartawan media online yang diduga dibunuh secara tragis menjadi perhatian saat ini.
Abdullah Fithri Setiawan (43) alias Dufi, alumni Kampus IISIP Jakarta angkatan 1993, ditemukan berada dalam sebuah drum plastik berwarna biru oleh seorang pemulung dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi, di Kawasan Industri Kambang Kuning, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 06:30 WIB.
Ucapan belasungkawa pun terus mengalir, salah satunya dari Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO IN).Melalui siaran persnya, Senin (19/11), Ketua Umum PWO IN, Ade Novit, mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Dufi.Selain itu, Ade juga mengutuk keras tindakan kriminalisasi yang harus dialami Dufi, dan juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera mengungkap motif kasus pembunuhan biadab tersebut.
“Peristiwa ini harus segera digali. Apa penyebab Almarhum Dufi dibunuh? Dedikasi almarhum pada dunia pers Indonesia semasa hidupnya sangat luar biasa,” tegas Ade, yang juga merupakan mantan penyiar berita di televisi.Ade menegaskan, dirinya menyakini kematian Dufi merupakan hal yang janggal dan ada motif tersembunyi dibalik pembunuhan sadis itu.
“Kematian almarhum agak janggal, dan saya meyakini alnarhum merupakan korban pembunuhan dan berkaitan dengan tugas jurnalistik. Sekiranya pihak kepolisian harus dapat mengungkap kasus ini dan segera menangkap dalang pembunuhan Dufi. Jika hal ini dibiarkan maka akan menambah deretan panjang kasus penganiyaan dan pembunuhan terhadap wartawan. Apalagi jasadnya dimasukkan di dalam drum kayak gitu,” pungkasnya.
Hal senada pun diungkapkan Laksmana (Pur) Tedjo Edhy. Mantan Menkopolhukam ini mendesak dewan pers untuk segera menyikapi pembunuhan terhadap Dufi.”Jika benar almarhum dibunuh karena tugas jurnalistiknya, maka kami mengutuk keras pelaku pembunuhan secara sadis ini. Dan dewan pers harus segera mengambil langkah untuk menyikapi peristiwa tersebut,” tegas Edhy yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PWO IN dan juga Dewan Penasehat Sekretariat Bersama (Sekber) Pers Indonesia.
Kapolsek Klapanunggal AKP Bimantoro Kurniawan mengungkapkan, Jazad almarhum Dufi pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung berinisial SA (56), yang tengah melintas dan mencari barang bekas dikawasan Industri Kambang Kuning, Minggu (18/11), sekitar pukul 06.00 WIB. Jazad Dufi ditemukan di dalam drum plastik berwarna biru yang berisikan air.
“Saksi (pemulung) mengira bahwa drum plastik berisikan sampah. Namun setelah dibuka di dalamnya ada mayat laki-laki. Langsung teriak minta tolong ke warga,” jelas Bimantoro.Dufi, terakhir diketahui bekerja sebagai tenaga pemasaran (marketing) di televisi milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu). Jazad Dufi yang telah dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara. Almarhum satu istri dan enam anak yang masih kecil-kecil. (dewi/suarabaubau.online)

