Lampung Barat(PBO)- Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Lampung Barat periode Januari hingga Juni lalu terdapat tujuh orang suspect Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun dengan telah mendapatkan penanganan intensif, ketujuh orang tersebut dinyatakan telah pulih.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Suhendrawati, mendampingi Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lampung Barat, Paijo, mengatakan, ketujuh orang suspec DBD yang ditemukan yakni berasal dari Kecamatan Balikbukit dan Sukau, namun pihaknya menduga ketujuh orang tersebut sempat tinggal di luar daerah yang rawan DBD artinya kecil kemungkinan terjangkit di Kabupaten Lampung Barat.
”Kita bersyukur mereka cepat ditangani, sehingga mereka sudah pulih kembali. karena seperti yang kita ketahui DBD merupakan salah satu penyakit yang memiliki resiko kematian yang cukup tinggi,” ungkap Hera sapaan akrab Suhendrawati kemarin.
Kata dia, guna meminimalisir agar penyakit DBD tidak terus terjangkit di kabupaten Lampung Barat, pihaknya telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan mengirimkan surat edaran antisifasi ke seluruh kecamatan dengan koordinator puskesmas dan juga bekerjasama dengan aparat pekon.
”Salah satu program dalam rangka meminimalisasi penyakit tersebut yakni menggelar penyuluhan dan pelatihan satu orang Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam satu keluarga. Di semua kecamatan kami meminta camat sebagai penunjuk, puskesmas koordinator dan melibatkan aparat pekon, dengan program tersebut maka jentik nyamuk DBD bisa terpantau,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga meminta kepada jajaran pemerintah kecamatan hingga pekon agar melestarika jum’at bersih dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) termasuk juga seperti menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya.
”Sejauh ini masyarakat kita menganggap poging adalah cara tepat, padahal itu salah karena banyak resikonya, dan lebih baik kita melakukan cara-cara lain seperti menjaga kebersihan lingkungan serta tidak memberikan tempat kepada jentik nyamuk DBD untuk berkembang, dengan cara-cara itu akan jauh lebih baik daripada poging,” imbuhnya. (Iwan)

