Bruuk!, Tak Ada Hujan dan Angin Rumah Warga Sendangbaru Mendadak Ambruk

LAMPUNG TENGAH, (BPO) – Rumah milik Jaimin (47) warga Dusun 002, RT 005, Kampung Sendangbaru, Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah mendadak ambruk meskipun tak ada hujan atau angin, Kamis (29/7/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Melihat peristiwa itu, aparat kampung dan warga dusun tersebut langsung bergerak bergotong-royong bahu membahu membersihkan puing-puing rumah yang hancur akibat ambruk seratus persen mengakibatkan semua perabot rumah tangga turut hancur.

Kapolsek Kalirejo, Iptu Edy Suhendra, SH, saat dihubungi Media ini, Kamis malam menyampaikan keprihatinannya terkait ambruknya rumah Jaimin(47).

Edy Suhendra berharap dari pihak kampung bisa memfasilitasi agar bisa dibangun kembali rumah Jaimin yang sudah ambruk rata dengan tanah. Dirinya menambahkan, dengan terjadinya peristiwa tersebut ke depan sebagai bahan evaluasi aparat kampung untuk melakukan pendataan terhadap warganya yang tempat tinggalnya sudah tidak layak huni untuk diajukan program bedah rumah ke Pemkab Lampung Tengah.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Sendangagung Aipda Omri Situmorang saat di lokasi mengatakan, saat rumah Jaimin ambruk itu tidak ada angin maupun hujan. Untunglah saat musibah terjadi rumah sedang dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa.

Menanggapi terjadinya musibah tersebut, Kepala Kampung Sendangbaru, Muhammad Basarudin, langsung berkoodinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, masyarakat Kampung Sendangbaru di Dusun 2 RT 005 dan sekitarnya melakukan gotong royong bahu membahu dan akan melakukan solidaritas. Gotong royong kerja bakti akan dilanjutkan besok pagi.

Di sisi lain, Basarudin mengatakan, pemerintah kampung sudah memberikan santunan secukupnya guna membantu kebutuhan untuk sementara waktu ini.

Diketahui, rumah milik Jaimin bernomor rumah 0021 sudah didirikan sejak 13 tahun lalu berukuran 5 x 8 meter di huni 5 orang. Matrial bangunan menggunakan kayu dan bambu serta atap genteng tanpa pondasi permanen.

Istri Jaimin, Suratmi (35) saat ditemui media ini menceritakan, peristiwa tersebut datang tiba-tiba. Ketika itu Suratmi dan ketiga anaknya sedang berada di rumah neneknya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya untuk membatu acara selamatan neneknya yang telah meninggal dunia. Sementara Suratmi izin pulang kerumah untuk melakukan shalat Dzuhur. Setelah usai shalat Dzuhur ia kembali ke rumah neneknya meneruskan membantu/rewang. Tidak lama setelah sampai di rumah neneknya, tidak ada angin ataupun hujan tiba-tiba Suratmi mendengar suara gemuruh rumah miliknya ambruk.

Saat kejadian suami Suratmi tidak ada dirumah lantaran sedang merantau mencari nafkah di Kampung Linggapura Kecamatan Selagailingga Lamteng.

Untuk sementara seluruh anggota keluarga Jaimin mengungsi dikediaman orang tuanya yang tinggal masih dalam lingkungan satu RT. (Amin Ma’ruf)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *