MALAKA(Penampilan Berlian Online)- Andreas Teti merupakan anak dari pasangan Hilarius Teti dan Alm. Elisabeth Hoar. Ia merupakan anak kedua dari 10 bersaudara, Minggu (27/3/2022).
Kici, itulah sapaan akrab yang disematkan para sahabatnya hingga terbiasa dalam keluarga menceritakan bahwa setelah kedua orang tua kami pisah ranjang dan mama kami meninggal dunia pada tahun 2019, kakak saya mengalami kesulitan uang sekolah dan asrama. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi merantau ke Merauke. Kami di sana kerja kelapa sawit, kadang ikut panen, pilih buah yang jatuh, muat di oto, dan bawa oto. Saya bekerja di Merauke sejak tahun 2009 hingga 2022. Selama 13 tahun tersebut, saya pulang rumah ketika kk saya wisuda S1 para tahun 2018 di Kefamenanu-Kab. Timor Tengah Utara-NTT.
Putera kedua dari 10 bersaudara ini menbahkan bahwa “Saya bekerja dengan sangat keras hingga kakak saya dapat menyelesaikan studinya hingga diwisuda menjadi Magister di Kalimantan Barat. Saya sangat senang dengan semuanya ini. Terkadang orang bertanya, “kenapa kamu jalan begitu lama kok rumah kamu tidak pernah berubah?” Menghadapi pertanyaan ini saya hanya diam. Saya juga sadar tentu semuanya ini bukan hanya saya sendiri tetapi juga dibantu oleh keluarga besar Umadato Mota. Saya mengucapkan banyak terima kasih karena telah dan selalu bersama dengan kami hingga saat ini. Kakak saya “Ratho Teti” wisuda pada bulan Desember tahun 2021. Dia ambil program studi Teologi Katolik sehingga gelarnya adalah Magister Teologi Katolik (M.Th).”
Pria kelahiran Lookmi, 25 Desember 1993 ini menutup ceritanya dengan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Tangan Maha Esa karena atas ijin dan berkat-Nya sehingga hari ini kita boleh mengambil bagian dalam kebahagiaan syukuran wisuda ini. Kita berbahagia karena Tuhan telah menuntun, memberkati, dan memberikan segala kemudahan kepada cucu, anak, kakak-adik kita Ratho.
Terma kasih kepada para leluhur dari suku Umadato Mota dan seluruh leluhur di Umasukaer dan Kateri.
Terma kasih kepada Kakek-Nenek, bapak-mama, om/Tanta, saudara/i semuanya karena telah membantu dengan caranya masing-masing baik dari segi material maupun moril.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan kami. Salam kompak selalu untuk keluarga Umadato Mota. Semoga akan lahir para generasi baru yang lebih bercahaya lagi di hari-hari berikutnya. (M.Teti).
Editing: Cindy Fitry Sari

