Aktivis Mahasiswa Tanggapi Polemik Harga Tiket Masuk Taman Nasional Pulau Komodo

Nusa Tenggara Timur, (Pena Berlian Online) – Aktivis Mahasiswa, Risdam Halilintar menanggapi soal kenaikan tarif masuk Taman Nasional Pulau Komodo menjadi Rp 3,75 juta. Kenaikan harga hingga nyaris sebesar dua kali upah minimum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu disebut bertujuan untuk konservasi.

Menurut Risdam, Harga tiket yang drastis meningkat tersebut dapat merugikan masyarakat dan tidak memperhatikan kondisi sosial di lingkungan masyarakat.

“Dari segi sosial budaya dan ekonomi masyarakat setempat, dengan harga tiket yang melambung sudah di pastikan mereka tidak akan yang mampu bahkan wisatawan mancanegara sekalipun. Sehingga perlu adanya evaluasi dengan memperhatikan Sosio kultur masyarakat itu sendiri,” kata Risdam yang juga Pengurus GMNI Sukabumi tersebut (4/8/22)

Lebih lanjut, Kata Risdam, “Akan tetapi secara logisnya, itu permainan pemerintah daerah dan PT Flobamora untuk melihat reaksi dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebab, tidak mungkin perusahaan daerah menggali kuburnya sendiri,” katanya.

Dirinya mengungkapkan, Akan tetap menolak investasi yang dikelola PT Flobamora yang juga menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT tersebut bila itu merugikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Jika sebaliknya Ia pun mendukung.

“Yang mengenai nvestasi, pasti menolak jika akan menghancurkan Taman Nasional Komodo dan masyarakat lokal. Kalo menguntungkan bagi keduanya baik pemerintah maupun masyarakat umum serta mendukung lanjunya perekenomian masyarakat kenapa tidak? toh menurut data BPS Provinsi NTT itu tingkat kemiskinan paling terendah di tahun 2021/2022,” ungkapnya.

Meski mewajarkan tindakan represif yang terjadi. Ridam mengatakan, aparat harusnya memahami kebebasan orang dalam berpendapat.

“Represif aparat terhadap pendemo itu hal yg sangat wajar saat aksi demonstrasi dan kita semua mengalami soal itu, hanya saja aparat perlu tau adanya kejelasan dan sebab soal kebebasan menyampaikan pendapat itu sudah menjadi hak mutlak bagi setiap orang.” ucapnya.

Selain itu, Menurutnya, “Pemerintah memiliki semua kekuatan untuk melakukan segala cara agar apa yg menjadi ambisius mereka dapat tercapai sehingga terjadilah tindakan yang brutal.” tutupnya. (Deny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *